SURABAYA (Radarjatim.id) – Bea Cukai Tanjung Perak memusnahkan 48 Koli atau sekitar 4.368 kilogram, lebih dari 4 ton ballpress ilegal dan 52 roll kain tenun. Sekaligus minuman yang mengandung Etil Alkohol jenis Wine sebanyak 517 botol dan 1 botol rum.

Pemusnahan di Kantor Bea Cukai Tanjung Perak, Surabaya.Kegiatan pemusnahan dipimpin langsung oleh Achmad Fatoni, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I mewakili Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Perak.
Achmad Fatoni menuturkan, kegiatan ini merupakan hasil penindakan di bidang kepabeanan sejak semester 2 tahun 2023 hingga 17 Juli 2024. Tahun 2023 Bea Cukai Tanjung Perak telah memusnahkan 496 koli ballpress dengan berat mencapai 29 ton dengan nilai perkiraan Rp. 784 juta.
“Hari ini kami melakukan pemusnahan ballpress sebanyak 48 koli dengan berat total berkisar 4.368 kg serta produk tekstil lainnya berupa pakaian jadi sebanyak 143 buah dan 52 roll kain tenunan atau fabric. Diperkirakan nilai barang mencapai Rp. 243.164.000,- serta barang lainnya seperti minuman mengandung Etil Alkohol jenis wine sebanyak 517 botol dan 1 botol rum,” tuturnya.
Menurut Achmad Fatoni, barang-barang ini diimpor secara illegal dan jelas melanggar ketentuan sehingga berdampak buruk terhadap industri pakaian jadi di dalam negeri jika dibiarkan masuk dan beredar di pasar.
“Barang-barang yang dimusnahkan melanggar ketentuan tata niaga impor yang diatur berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 8 tahun 2024,” jelasnya.
Ditambahkan oleh Achmad, “Barang-barang yang dimusnahkan hari ini adalah wujud sinergi yang baik antara Bea Cukai dan berbagai pihak di lapangan yang cermat dalam melakukan pemeriksaan impor, sehingga dapat dicegah masuknya, mengingat ballpress termasuk barang yang dilarang impornya,” terangnya.
Selanjutnya, dengan pemusnahan seluruhnya di lokasi pemusnahan yang telah memiliki izin pada PT Sinar Sarana Bening, Pasuruan. Untuk itu saya apresiasi setinggi-tingginya, Bea Cukai berkomitmen untuk mengamankan Pelabuhan Tanjung Perak dari barang-barang ilegal,” tambah Achmad Fatoni.
Kegiatan pemusnahan dihadiri aparat penegak hukum dan institusi komunitas kepelabuhanan meliputi Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kodim 0831 TNI AD Surabaya Timur, Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I, KPKNL Surabaya, Laboratorium Bea Cukai Surabaya, dan PT Pelabuhan Indonesia. (R9)