SURABAYA (RadarJatim.id) — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menorehkan prestasi membanggakan di ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII 2026 yang berlangsung pada 7–11 September 2026 di Universitas Jember (Unej). Kampus ‘Para Juara’ ini memborong empat medali emas dan dua medali perunggu.
Capaian tersebut menempatkan Unesa sebagai perguruan tinggi dengan perolehan medali terbanyak dalam ajang seni mahasiswa tingkat nasional tersebut sekaligus, sekaligus mengantarkan kontingen Jawa Timur sebagai Juara Umum Peksiminas 2026.
Empat medali emas Unesa diraih melalui sejumlah bidang seni. Diaz Zain, mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Unesa angkatan 2025 meraih Juara I tangkai Musik Pop. Medali emas lainnya diraih Ahmad Rifqi Syihabuddin, mahasiswa S1 Sastra Indonesia Unesa pada tangkai Penulisan Lakon.
Berikutnya, adalah Bayu Firnanda, mahasiswa Prodi S1 Seni Rupa, yang meraih emas dari tangkai Lomba Lukis, dan Shafliano Kezya E, Mahasiswi Prodi S1 Ilmu Komunikasi dari tangkai Lomba Dangdut Putri.
Sementara itu, Medali Perunggu didapatkan dari tangkai Lomba Tari dan Keroncong Putra atas nama Vhanadhyo Rivattyannur H, dari Prodi S1 Sendratasik.
Kepala Subdirektorat Pengembangan Organisasi Kemahasiswaan dan Alumni, Direktorat Kemahasiswaan Unesa, Tutur Jatmiko, mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan dan persiapan yang dilakukan mahasiswa.
“Direktorat Kemahasiswaan sangat mengapresiasi raihan prestasi mahasiswa Unesa di Peksiminas 2026. Proses yang tidak mudah selama ini akhirnya terbayarkan dengan prestasi yang membanggakan,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).
Menurut Tutur, masih terdapat beberapa tangkai yang sebelumnya menjadi unggulan Unesa, tetapi pada Peksiminas tahun ini belum berhasil meraih medali. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan mahasiswa di bidang seni.
“Masih ada beberapa tangkai lomba yang sebelumnya menjadi unggulan, namun pada tahun ini belum berhasil meraih medali. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan ke depan,” katanya.
Diaz Zain, peraih medali emas tangkai Musik Pop, menuturkan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang hingga akhirnya dapat mencapai podium tertinggi. Ia mengatakan, perjalanan menuju podium tertinggi bukanlah proses yang singkat, sehingga raihan prestasi ini sangat berarti bagi diri pribadi maupun bagi almamater tercinta.
Ahmad Rifqi Syihabuddin, mahasiswa S1 Sastra Indonesia Unesa yang meraih medali emas pada tangkai Penulisan Lakon mengatakan, penulisan lakon menuntut kemampuan mengolah gagasan menjadi karya lakon dengan tema yang baru diketahui saat perlombaan.
“Peserta tidak dapat mengetahui terlebih dahulu isu apa yang akan diangkat sehingga persiapan harus dilakukan secara luas,” tuturnya. (sha)








