SURABAYA (Radarjatim.id) – Ratusan calon komunikator handal, mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Angkatan 1 Tahun 2026. Diksar inisiasi Cemara Cakrawala Indonesia (Cemara) bersama Cemara Siaga Komunikasi (Cesko). Anggota yang hadir dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Bekasi, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga wilayah lainnya di Indonesia.
Cemara dan Cesko, memberikan wadah komunikasi yang profesional bagi masyarakat, sebagai solusi atas keterbatasan. Sehingga para pengguna memiliki tempat untuk berkomunikasi secara terarah, tertib, dan beretika. Diksar digelar bertujuan setiap anggota memahami secara menyeluruh organisasi, termasuk Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART).
“Diksar Cemara Cakrawala Indonesia, menjadi sarana pembentukan karakter setiap anggota. Sehingga mampu menjalankan aktivitas sehari-hari sebagai komunikator yang profesional, beretika, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Dr. Doddy Poernamadjaja, S.H, M.H, pembina sekaligus pendiri Cemara, Minggu (26/07/2026).

Menurutnya, Cemara Cakrawala Indonesia memiliki visi misi yang berorientasi jauh ke depan. Berbeda dengan organisasi komunikasi pada umumnya, organisasi ini mengembangkan komunikasi berbasis jaringan internet dengan mengubah paradigma lama menjadi paradigma baru.
“Setiap anggota Cemara Cakrawala Indonesia didorong, untuk memiliki peran nyata di tengah masyarakat dengan kegiatan sosial. Keberadaan organisasi tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya, usai kegiatan di Hotel Gold Vitel, Jalan Basuki Rahmat Surabaya.
Sementara, Ketua Umum Cemara, Danu Wahyono Suwito, memaparkan, aktivitas komunikasi Cemara Cakrawala Indonesia memiliki berbagai kegiatan rutin. Antara lain, kegiatan rsguler yang dilaksanakan setiap pagi dan setiap malam.
“Melalui beragam kegiatan sosial kemasyarakatan, yang secara aktif dilaksanakan. Telah dijalankan bekerja sama dengan instansi terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan berbagai lembaga lainnya, terutama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” terangnya.
Danu menambahkan, berbagai informasi penting yang dapat menjadi referensi, baik bagi anggota maupun masyarakat. Akan direspon oleh Cemara, kemudian rangkaian kegiatan sosial tersebut selanjutnya disikapi oleh Komandan Cesko, sesuai dengan bidang tugasnya.
“Setiap anggota yang mengikuti Diksar, diharapkan mampu menerapkan etika dalam administrasi, etika dalam berorganisasi, serta etika dalam berkomunikasi. Sehingga dapat menjadi komunikator yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi organisasi dan masyarakat,” ujarnya.
Anggota yang bergabung, berasal dari berbagai latar belakang profesi, usia, pengalaman, serta karakter yang berbeda-beda. Melalui Diksar, edukasi kepada seluruh anggota dibekali pemahaman yang sama mengenai organisasi. Sehingga memiliki kesamaan visi, pola pikir, dan cara bertindak dalam menjalankan aktivitas komunikasi.
Sekretaris Jenderal Cemara sekaligus Ketua Panitya, Deni Arifin, S.Sos.I, S.E. menjelaskan, untuk proses menjadi anggota Cemara Cakrawala Indonesia diawali dengan pendaftaran melalui situs resmi Cemara. Setelah memiliki kemampuan komunikasi yang baik, anggota diharapkan dapat mewujudkannya dalam bentuk aksi nyata di bidang sosial dan kemanusiaan.
“Pendaftaran bisa melalui situs resmi Cemara, www.cemaraindonesia.com. Calon anggota melakukan registrasi secara daring, kemudian data yang masuk akan diverifikasi oleh Tim Keanggotaan. Setelah dinyatakan lolos verifikasi, calon anggota diwajibkan mengikuti Diksar, sebagai tahapan awal pembinaan. Dengan bekal tersebut, setiap anggota diharapkan mampu berkomunikasi secara profesional, baik kepada masyarakat maupun melalui jalur komunikasi internal organisasi,” jelas Deni.
Materi Diksar meliputi pemahaman tentang organisasi, tata tertib, AD dan ART. Serta nilai-nilai nasionalisme. Selanjutnya, bagi anggota yang memiliki minat dan kemampuan di bidang siaga bencana, rescue, maupun kegiatan kemanusiaan lainnya. Organisasi menyediakan wadah pengembangan melalui berbagai program pendidikan lanjutan dan pelatihan sesuai bidang masing-masing.
Mengingat anggota berasal dari berbagai latar belakang masyarakat, Diksar juga menekankan pembentukan disiplin, etika, dan karakter. Anggota dilatih untuk berbicara dengan baik, menyampaikan informasi secara benar, serta menjaga etika dalam setiap bentuk komunikasi. Dengan demikian, seluruh anggota memiliki standar perilaku yang sama dalam menjalankan tugas organisasi.
Beragam informasi yang disampaikan Cemara Cakrawala Indonesia, kepada masyarakat. Seperti kondisi lingkungan, potensi bencana, kecelakaan, dan lainnya. Ini menjadi referensi bagi anggota di seluruh Indonesia. Sistem komunikasi yang digunakan berbasis aplikasi digital, melalui jaringan internet. Anggota berkomunikasi menggunakan telepon pintar, tanpa harus bergantung pada frekuensi radio analog. Melalui sistem aplikasi komunikasi resmi, secara nasional dan diwaktu yang sama.
Dalam pelaksanaannya, organisasi tidak mewajibkan penggunaan perangkat radio tertentu. Komunikasi dapat dilakukan menggunakan telepon pintar melalui aplikasi yang tersedia secara resmi di Play Store. Dengan manfaat teknologi digital, dapat berkomunikasi secara efektif, efisien, dan menjangkau seluruh anggota di berbagai wilayah Indonesia. (RJ9)



