• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Jumat, 5 Juni 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Di Tengah Ketidakpastian Global, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Bertahan

by Radar Jatim
4 Juni 2026
in Ekonomi Bisnis
0
Di Tengah Ketidakpastian Global, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Bertahan
127
VIEWS

JAKARTA (RadarJatim.id) — Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung hingga awal Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,39 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang konsumsi domestik, investasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap kuat di tengah tekanan eksternal.

BPS mencatat, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan I 2026 mencapai Rp 6.187,2 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp 3.447,7 triliun. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen dan tetap menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian nasional dengan porsi 54,26 persen terhadap PDB. Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi, tumbuh 5,96 persen.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional masih didukung oleh daya beli masyarakat dan meningkatnya mobilitas selama periode libur nasional dan hari besar keagamaan.

“Ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen (y-on-y), salah satunya didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta.

Konsumsi Domestik Jadi Penopang

Konsumsi rumah tangga, lanjutnya, masih menjadi penyangga utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global. BPS mencatat, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 13,14 persen, sedangkan sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.

Selain konsumsi, pemerintah juga terus mendorong investasi pada sektor hilirisasi industri, infrastruktur, dan ekonomi digital guna menjaga momentum pertumbuhan jangka panjang.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 tetap berada pada kisaran 4,9 hingga 5,7 persen. BI menilai, permintaan domestik dan sinergi kebijakan fiskal serta moneter masih menjadi faktor utama penopang ekonomi nasional.

“Pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun 2026 diprakirakan tetap kuat dalam kisaran 4,9–5,7 persen,” tulis pernyataan resmi Bank Indonesia dalam siaran persnya.

Tekanan Eksternal Masih Membayangi

Meski kondisi domestik relatif stabil, tekanan eksternal masih menjadi tantangan utama bagi perekonomian nasional. Kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat, perlambatan perdagangan global, serta konflik geopolitik di sejumlah kawasan dunia masih memicu volatilitas pasar keuangan internasional.

Reuters melaporkan, inflasi Indonesia pada Mei 2026 diperkirakan meningkat menjadi 2,97 persen akibat kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi, tarif transportasi udara, serta harga minyak goreng. Pada saat yang sama, surplus perdagangan Indonesia diproyeksikan menyusut seiring perlambatan permintaan ekspor global.

Tekanan terhadap stabilitas ekonomi juga muncul dari meningkatnya kehati-hatian investor global terhadap negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut berdampak pada pergerakan nilai tukar rupiah dan arus modal asing di pasar domestik.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pemerintah terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas fiskal melalui koordinasi kebijakan bersama Bank Indonesia dan otoritas terkait.

Optimisme Tetap Dijaga

Sejumlah ekonom menilai kekuatan pasar domestik masih menjadi modal utama Indonesia menghadapi perlambatan ekonomi global. Struktur ekonomi yang ditopang konsumsi rumah tangga dinilai membuat Indonesia lebih tahan terhadap gejolak eksternal dibandingkan sejumlah negara berkembang lainnya.

Di sisi lain, pengamat mengingatkan pemerintah tetap perlu menjaga disiplin fiskal, stabilitas nilai tukar, serta kepastian regulasi agar kepercayaan investor tetap terjaga. Reformasi struktural dan peningkatan produktivitas industri juga dinilai menjadi faktor penting untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Dengan kondisi global yang masih dinamis, kemampuan Indonesia menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas akan menjadi faktor penentu ketahanan ekonomi nasional pada tahun-tahun mendatang. (red)

Kontributor: Faiq Abdil Hafidz, Mahasiswa Prodi Ekonomi Syari’ah, Fakultas Ilmu Ke-Islaman, Universitas Trunodjoyo Madura.

Tags: Ketidakpastian GlobalMasih BertahanPertumbuhan Ekonomi

Related Posts

Program MBG Perkuat SDM dan Ketahanan Bangsa di Tengah Ketidakpastian Global

Program MBG Perkuat SDM dan Ketahanan Bangsa di Tengah Ketidakpastian Global

by Radar Jatim
21 Januari 2026
0

JAKARTA (RadarJatim.id) -- Program Makan...

MBG Dorong Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi melalui Pemberdayaan UMKM

MBG Dorong Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi melalui Pemberdayaan UMKM

by Radar Jatim
31 Oktober 2025
0

JAKARTA (RadarJatim.id) — Program nasional...

Workshop Evaluasi Keuangan Desa Dorong Akuntabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Workshop Evaluasi Keuangan Desa Dorong Akuntabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

by Radar Jatim
9 Mei 2025
0

GRESIK (RadarJatim.id) – Pemerintah Kabupaten...

Load More
Next Post
UMG – PADMA Indonesia Sepakat Perkuat Kolaborasi Keilmuan dan Pemberdayaan Masyarakat

UMG - PADMA Indonesia Sepakat Perkuat Kolaborasi Keilmuan dan Pemberdayaan Masyarakat

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus yang Tak Lagi Dihuni Intelek: Mengapa Dosen Mencari Eksistensi Diri di Luar Kampus?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • Transportasi
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In