KEDIRI (RadarJatim.id) – Sebanyak 35 siswa mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) sekaligus penerimaan anggota baru GESIT (Gerbang Informasi Siswa Terdidik) SMAN 1 Pare, Kabupaten Kediri, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMAN 1 Pare itu diikuti siswa kelas 10 dan 11. Sementara siswa kelas 12 yang sebelumnya telah menjadi anggota GESIT dilibatkan sebagai panitia. Untuk memberikan pengalaman langsung mengenai dunia jurnalistik, panitia menghadirkan Ayu Citra dari RRI Kediri sebagai salah satu narasumber.
Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan jurnalistik kepada anggota baru, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, membaca, menulis, bekerja dalam tim, hingga menyampaikan informasi kepada publik.
Budaya Baca Pelajar
Ayu Citra menyoroti tantangan literasi pelajar di tengah derasnya distribusi informasi melalui media digital. Menurut dia, kemudahan mendapatkan informasi tidak otomatis membuat budaya membaca di kalangan pelajar semakin kuat.
Di tengah arus informasi yang begitu cepat, katanya, siswa justru dituntut memiliki kemampuan memahami, memilah, dan memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
“Di tengah era distribusi informasi yang begitu cepat, budaya membaca di kalangan pelajar mulai menghadapi tantangan. Karena itu, siswa tidak cukup hanya mampu mendapatkan informasi, tetapi juga harus mampu memahami dan menyaringnya,” ujar Ayu.
Menurut Ayu, keberadaan organisasi jurnalistik sekolah seperti GESIT, dapat menjadi salah satu ruang untuk membangun kembali budaya literasi di kalangan siswa. Sebab, proses jurnalistik tidak berhenti pada kegiatan menulis. Siswa harus membaca, mencari informasi, melakukan verifikasi, menyusun data, hingga menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.
“Jurnalistik mengajarkan siswa untuk tidak langsung percaya terhadap sebuah informasi. Ada proses membaca, mencari data, melakukan konfirmasi, kemudian menyampaikan informasi,” katanya.
Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika sebagian besar informasi yang dikonsumsi pelajar berasal dari media sosial dan platform digital.
Kepala SMAN 1 Pare, Sukamto, mengatakan, antusiasme siswa mengikuti diklat GESIT tahun ini cukup tinggi. Sebanyak 35 siswa mengikuti kegiatan tersebut. Jumlah itu disebut lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Sukamto, tingginya antusiasme terlihat dari persiapan peserta sebelum kegiatan. Para siswa telah mempersiapkan sejumlah materi, mading, dan tugas yang diberikan panitia sejak beberapa hari sebelumnya.
“Antusiasmenya sangat besar dan tinggi. Mereka sudah menyiapkan materi, mading, dan tugas-tugas yang diberikan dari jauh hari,” kata Sukamto.
Ia berharap, bertambahnya jumlah anggota GESIT tidak hanya berdampak pada jumlah peserta, tetapi juga meningkatkan kualitas organisasi.
“Harapannya peningkatan ini juga dibarengi supaya GESIT lebih berkembang. Dengan banyaknya peserta, organisasinya menjadi lebih ramai dan semakin berkembang,” ujarnya.
Sukamto menjelaskan, secara umum tidak ada seleksi khusus bagi siswa yang ingin bergabung dengan GESIT. Namun, seleksi dilakukan ketika siswa memilih divisi tertentu sesuai minat dan kemampuan masing-masing. Prosesnya dilakukan melalui beberapa tahapan, di antaranya wawancara dan pemantapan. Portofolio siswa juga menjadi salah satu bahan pertimbangan.
“Nanti dilihat dari portofolio yang dikirim, termasuk seberapa bagus hasil editan atau tugasnya. Itu menjadi pertimbangan,” jelas Sukamto.
Menurut dia, sekolah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan GESIT. Dukungan tersebut melibatkan berbagai unsur sekolah, termasuk wakil kepala sekolah serta bagian keuangan.
Kerja Sama dengan RRI
Kehadiran Ayu Citra dari RRI Kediri sebagai narasumber juga merupakan bagian dari keberlanjutan kerja sama antara GESIT dan lembaga penyiaran tersebut. Sukamto mengatakan RRI telah terlibat dalam kegiatan GESIT pada tahun sebelumnya sehingga kerja sama tersebut ingin terus dilanjutkan.
“RRI itu salah satu pemateri kita. Sudah lama bekerja sama, jadi kami ingin meneruskan estafet kerja sama dari GESIT dengan RRI,” ujarnya.
Dikatakan, kolaborasi dengan media dinilai penting karena siswa dapat memperoleh gambaran mengenai praktik jurnalistik secara langsung dari orang yang bekerja di dunia media.
Salah satu peserta, Orlin Radela Nitya, mengaku antusias kembali mengikuti diklat GESIT setelah sebelumnya mengikuti kegiatan serupa pada tahun lalu. Menurut Orlin, pengalaman tahun sebelumnya membuatnya tertarik untuk kembali mengikuti proses kaderisasi anggota baru.
“Yang tahun kemarin sangat seru dan acaranya berjalan lancar. Jadi untuk diklat tahun ini saya sangat antusias,” kata Orlin.
Tahun ini, Orlin memilih divisi liputan. Pilihan tersebut berkaitan dengan keinginannya mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum. Ia bahkan memiliki cita-cita menjadi presenter.
“Saya ingin mengembangkan minat di public speaking. Saya juga punya cita-cita menjadi presenter,” ujarnya.
Bagi SMAN 1 Pare, GESIT diharapkan tidak hanya menjadi organisasi siswa yang menghasilkan konten internal sekolah. Organisasi tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk membangun kemampuan literasi, komunikasi, kerja sama, serta berpikir kritis. (rul)






