SIDOARJO (RadarJatim.id) — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Tim INOVASI, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan Program Pendidikan Perubahan Iklim (PPI) di Kabupaten Sidoarjo.
INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) ini merupakan program bilateral kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia di bidang pendidikan. Yang telah menyelenggarakan kegiatan ‘Refleksi Program Pendidikan Perubahan Iklim Kabupaten Sidoarjo 2025-2026’
Prosesi pembukaannya dilakukan oleh Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo Ridho Prasetyo, S.STP M.AP bersama Kabid Mutu Pendidikan Dr. Lilik Sulistyowati, M.Pd, pada (8/10/2026) pagi di Hotel Aston Sidoarjo.
Pihak INOVASI juga menghadirkan narasumber Dr. Kemil Wachidah, S.Pd.I M.Pd dari Prodi PGSD Umsida juga Suti’ah dari Kondusif Jatim/lembaga ketangguhan masyarakat dengan peserta dari guru, kepala SD hingga pengawas.
Dalam sambutannya, Ridho Prasetyo menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya bertugas membangun kemampuan akademik peserta didik semata. Lebih dari itu, pendidikan bertujuan membentuk kesadaran, kepedulian, karakter, serta kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan lingkungan dan perubahan iklim.
“Apalagi Program PPI ini telah diimplementasikan di sejumlah satuan pendidikan, seperti di wilayah Kecamatan Taman, Krian, Gedangan, Sedati, dan Candi,” tegasnya.

Oleh karena itu, kami berharap acara ini dapat menjadi ruang untuk meninjau kembali capaian yang telah diraih, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menyusun langkah perbaikan yang konkret dan berkelanjutan.
Lanjutnya, pentingnya program ini untuk memberikan dampak nyata pada kesiapsiagaan anak didik. Peserta didik diharapkan tidak hanya memahami cara menyikapi dan memitigasi risiko bencana alam di sekolah, tetapi juga berani menyebarkan pengetahuannya kepada orang lain.
“Anak-anak harus diajari dan diberanikan untuk menyebarkan ilmunya. Tidak hanya berhenti di sekolah, tapi juga disampaikan kepada teman-teman di lingkungan rumah maupun tempat mengaji. Ini akan membawa dampak yang jauh lebih positif,” harap Ridho Prasetyo.
Acara yang dilaksanakan dua hari, tanggal 8 dan 9 Oktober 2026 tersebut dipandu langsung oleh Ahmad Fathoni selaku Ecosystem Coordinator dari INOVASI, dan dihadiri pula oleh Romatio Wulandari selaku DVP (Division Vice President) Manager dan Afiffudin sebagai CC Lead Inovasi pusat.
Afiffudin menambahkan, program PPI ini ditujukan untuk 18 sekolah di empat kecamatan Kabupaten Sidoarjo terus menunjukkan perkembangan positif. Program yang ditunjuk langsung oleh Dinas Dikbud Sidoarjo serta didukung oleh Inovasi ini telah berjalan selama satu tahun.
“Kegiatan refleksi yang digelar sekarang ini menjadi ajang untuk melihat kembali berbagai kemajuan dan perubahan yang dicapai oleh sekolah-sekolah peserta. Salah satu capaian yang dinilai paling mengesankan adalah kolaborasi mandiri dari masing-masing sekolah dengan pelbagai mitra luar,” terang Afiffudin.

Sekolah-sekolah peserta sudah aktif menjalin kerja sama dengan mitra yang relevan sesuai kondisi dan kebutuhan lingkungan masing-masing. Dampak positif dari kesadaran lingkungan ini juga mulai dirasakan langsung oleh warga sekolah.
“Selain itu, dampak program ini telah menular ke sekolah-sekolah lain di tingkat kecamatan melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang didanai secara mandiri. Model penyebaran ini sudah berjalan di sekolah-sekolah negeri di Kecamatan Buduran dan Kecamatan Sedati,” jelas Pak Afif_sapaan akrabnya.
Menurutnya, tantangan utama yang masih dihadapi saat ini adalah peningkatan kapasitas guru dalam mengintegrasikan materi pendidikan perubahan iklim ke dalam proses pembelajaran. “Untuk menjawab tantangan tersebut, pemanfaatan platform berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai diperkenalkan guna membantu guru menyusun rencana pembelajaran (lesson plan) yang terintegrasi PPI secara lebih efektif,” pungkas Pak Afif dalam penjelasannya.(mad)







