SIDOARJO (RadarJatim.id) — SMK Krian 1 Sidoarjo kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu sekolah vokasi pilihan masyarakat. Pada semester ini, SMK PK (Pusat Keunggulan) itu menggelar kegiatan unjuk kerja yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi para siswa, untuk menampilkan kreativitas dan inovasi mereka secara langsung di hadapan orang tua.
Acara yang digelar dalam ‘Fest Kokurikuler 2026’ SMK Krian 1 Sidoarjo’, diikuti oleh siswa kelas X dan XI dengan membuka sekitar 45 stan, dan dibuka terlebih dahulu oleh Waka Kesiswaan Heri Kristanto, S.Pd pada (20/6/2026) di halaman SMK Krian 1 Sidoarjo.
Tema utamanya ‘Voice Of Culture-Satu Panggung Lima Bahasa, Berjuta Makna’ memadukan festival budaya dan bazar makanan, mulai dari jenis makanan dan pementasan budaya Jawa, Jepang, Korea, Inggris dan Indonesia. Acara yang meriah ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 10 dan kelas 11 sebagai wadah kreativitas dan pengembangan diri, dan dilaksanakan di sela-sela momen pengambilan raport siswa.
Ketua Pelaksana Acara Kokurikuler, Indah Permatasari, ST menjelaskan bahwa acara bazar ini memang sengaja dirancang untuk mengasah jiwa kewirausahaan para siswa melalui mata pelajaran Kewirausahaan (KWU).
“Tujuan kita adalah melatih anak-anak untuk bazar. Nanti bisa diterapkan di Mapel KWU-nya. Jadi, diharapkan mungkin setelah lulus dari SMK mereka bisa berwirausaha sendiri,“ harap Indah saat ditemui di lokasi acara.

Produk-produk yang dipasarkan merupakan murni karya para siswa sendiri. Menariknya, beberapa siswa yang terlibat ternyata sudah memiliki pengalaman berjualan sebelumnya, baik di lingkungan rumah maupun secara daring (online).
Tidak sekadar berjualan secara kasual, para siswa dituntut untuk mengelola stan mereka layaknya pelaku usaha profesional. Setelah acara bazar selesai, performa mereka akan dinilai langsung oleh tim juri. “Selain itu, setiap kelompok diwajibkan menyusun laporan keuangan untuk dilaporkan kepada wali kelas masing-masing,” jelas Bu Indah.
“Anak-anak juga melaporkan ke wali kelas masing-masing untuk untung dan ruginya, dan laporan lain-lain. Jadi, ini memang konsepnya melatih anak-anak untuk berwirausaha betulan,” pungkas Indah yang sehari-harinya merupakan guru teknik pemesinan tersebut.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya unggul dalam nilai akademik yang tertera di raport, tetapi juga memiliki keterampilan praktis (soft skills) dan mental kemandirian yang siap bersaing setelah lulus nanti.
Waka Humas Ahmad Robby, S.Kom menambahkan, Fest Kolurikuler ini juga bertujuan agar orang tua tahu bagaimana skill dan komunikasi anak-anak, penampilan (good looking) mereka saat presentasi, orang tua bisa langsung tahu. “Untuk kreasi ini, orang tua memang diwajibkan mengunjungi kelasnya masing-masing supaya tahu hasil produk anak-anaknya,” tegasnya.
“Ada yang berbeda dalam kegiatan kali ini. Jika biasanya guru yang mendominasi penjelasan, kali ini seluruh presentasi dan pemaparan produk dilakukan langsung oleh para siswa,” ujar Ahmad Robby.

Lanjutnya, kebetulan berbarengan dengan pelaksanaan SPMB 2026, dan Alhamdulillah lepercayaan masyarakat terhadap SMK Krian 1 masih tinggi, selama hampir 7 tahun terakhir, sekolah ini konsisten menjadi daya tarik tersendiri.
Meski hasil kelulusan atau pengumuman sekolah negeri belum keluar, jumlah pendaftar di SMK Krian 1 sudah melampaui target awal. Dari target sekitar 900 siswa, formulir yang keluar saat ini sudah mencapai lebih dari 1.000 lembar, dengan data siswa yang masuk sudah berada di angka 800 lebih.
“Kami mewakili SMK Krian 1 mengucapkan beribu terima kasih atas kepercayaan masyarakat. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas, tidak hanya kuantitas, sehingga menghasilkan output lulusan SMK Krian 1 yang unggul,” pungkasnya.(mad)







