GRESIK (RadarJatim.id) — Siswa kelas V dan VI SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD Mudri) Gresik mengikuti Field Trip edukatif ke Ekowisata Mangrove Gununganyar, Surabaya, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini untuk menambah wawasan siswa tentang lingkungan hidup, khususnya tanaman mangrove, serta peran pentingnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan laut.
Rombongan SD Muhammadiyah 1 Driyorejo berangkat menuju lokasi menggunakan tiga truk Garnisun dan tiba di kawasan Ekowisata Mangrove Gununganyar pada pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas V dan VI dengan jumlah peserta sebanyak 78 siswa, didampingi oleh 6 guru.
Kegiatan Field Trip ini mengusung tema “Mengenal Ekosistem Laut, Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan dan Memahami Perannya Bagi Kehidupan”. Melalui kegiatan belajar di luar kelas ini, siswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar secara langsung, mengenal keanekaragaman hayati, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak dini.
Kepala Ekowisata Mangrove Gununganyar, Dyan Prasetyaningtyas, menyampaikan, kawasan ekowisata mangrove merupakan salah satu sarana wisata edukasi yang dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan berbagai jenis tanaman mangrove beserta manfaatnya bagi lingkungan.
“Tanaman mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut. Salah satu manfaatnya adalah membantu menahan gelombang serta mengurangi risiko abrasi pantai. Oleh karena itu, pengenalan mangrove kepada anak-anak sejak dini sangat penting agar mereka memahami manfaatnya dan tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap semangat belajar para siswa SD Mudri yang datang dari luar kota untuk mempelajari ekosistem mangrove secara langsung. Menurutnya, kunjungan edukatif seperti ini menjadi kesempatan yang baik bagi siswa untuk memperluas pengetahuan sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tentang berbagai jenis tanaman mangrove, tetapi juga diharapkan mampu memahami hubungan antara manusia dan lingkungan. Pengalaman belajar langsung di kawasan ekowisata menjadi sarana untuk menghubungkan materi pembelajaran di kelas dengan kondisi nyata di lapangan.
Berbagai aktivitas mereka lakukan, mulai berkeliling hutan mangrove yang rindang, melakukan penanaman bibit mangrove, mengunjungi mini lab tempat di mana berbagai jenis mangrove dibudidayakan, hingga naik perahu untuk menyusuri kawasan pesisir melihat lokasi konservasi mangrove.
“Di sini adalah lahan penanaman bibit mangrove. Kawasan yang awalnya gersang, sekarang sudah hijau sekali setelah ditanami berbagai jenis mangrove,” jelas Naomi Meilani A.S, tour guide yang memandu para peserta.
Kegiatan Field Trip ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang menyenangkan bagi siswa kelas V dan VI SD Mudri. Dengan mengenal mangrove lebih dekat, diharapkan dapat menumbuhkan sikap cinta lingkungan siswa, bertanggung jawab terhadap alam, dan menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari–hari. (eli)





