SURABAYA (RadarJatim.id) — Universitas Negeri Surabaya (Unesa), melalui Tim
Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Bahasa dan Seni terus mengokohkan perannya sebagai agen perubahan di bidang pendidikan dasar. Dalam program “Pelatihan Menulis Respon Buku untuk Mengasah Keterampilan Literasi Kritis Siswa Kelas V SDN Lidah Wetan IV Surabaya”, Jumat (8/5/2026), tim menghadirkan pemateri utama, Dr Much. Khoiri, MSi, dosen Unesa yang juga penulis produktif dan pegiat literasi nasional.
Much. Khoiri menyampaikan materi bertajuk “Menulis Tanggapan dan Refleksi Seru” dengan gaya khas yang mudah dipahami siswa SD. Ia tidak hanya menyampaikan teori, melainkan juga membimbing siswa secara intensif, kalimat demi kalimat, melalui serangkaian pertanyaan pemandu yang merangsang pemikiran kritis.
“Anak-anak sering merasa kesulitan memulai menulis. Maka, saya mengajak mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan ringan seperti: Apa bagian favoritmu dari cerita ini? Mengapa? Apakah kamu setuju dengan keputusan tokoh utama? Dari situ, kalimat demi kalimat tersusun menjadi sebuah tanggapan yang utuh dan bermakna,” ujar Khoiri di sela-sela sesi pelatihan.
Pendekatan scaffolding dan proses menulis terbimbing (guided writing) ini menjadi inti dari metode pelatihan. Para siswa kelas V SDN Lidah Wetan IV —dengan wali kelas Arfiani Ika Nuraini— tidak hanya diajari apa yang harus ditulis, tetapi juga bagaimana menuangkan gagasan, perasaan, dan penilaian terhadap buku nonfiksi dan cerita fiksi yang mereka baca sebelumnya. Hasil akhirnya adalah karya tulis responsif yang koheren, berisi minimal 2 paragraf.
Ketua tim pengabdi, Dwi Nur Cahyani Sri K., SS, MHum, menjelaskan, keterlibatan Khoiri sebagai pemateri merupakan strategi untuk memberikan model langsung dari praktisi penulis yang telah melalang buana di dunia kepenulisan.
“Dr Khoiri memiliki rekam jejak panjang dalam literasi dan kepenulisan. Cara beliau membimbing siswa sangat konkret, sabar, dan menyenangkan. Ini menjadi contoh berharga bagi guru-guru di sekolah tentang cara mengajarkan menulis respons secara efektif,” tuturnya.
Kepala SDN Lidah Wetan IV, Sudiono, SPd, juga menyampaikan apresiasinya. “Beliau tidak hanya mengajarkan menulis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak, bahwa mereka bisa menghasilkan tulisan. Kami melihat antusiasme yang luar biasa. Program ini benar-benar membuka cakrawala baru dalam pembelajaran literasi di sekolah kami.”
Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian yang berlangsung
dari Mei hingga Juni 2026. Selain pelatihan menulis, tim juga membentuk “Komunitas
Penanggap Cilik”, menyediakan modul “Jurnalku Merespon Buku”, serta merencanakan
pameran hasil karya siswa sebagai bentuk apresiasi publik.
Ia mengutip penegasan Dr Ali Mustofa, MPd, Koordinator Program Studi Sastra
Inggris, Universitas Negeri Surabaya, bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya berhenti pada pengajaran di dalam kelas, tetapi juga menyentuh pemberdayaan
masyarakat secara langsung. Dikatakan, bahwa pelatihan menulis respons buku untuk siswa SD ini secara konkret mendukung pencapaian tujuan global.
“Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 10 (Mengurangi Ketimpangan), dan SDG 17 (Kemitraan). Kami di Prodi Sastra Inggris berkomitmen untuk terus melahirkan program-program yang berdampak, inklusif, dan berkelanjutan, khususnya dalam bidang literasi kritis bagi generasi muda,” ujarnya. (sha)






