SURABAYA (RadarJatim.id) — Pendidikan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah dan penguasaan ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan tinggi harus melahirkan lulusan yang berdaya saing, adaptif, inovatif, berintegritas, serta mampu memberikan dampak nyata bagi organisasi, masyarakat, bangsa dan negara.
Hal itu disampaikan Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya Dr Gugus Wijonarko, MM, saat Yudisium S1 Ilmu Administrasi Bisnis STIAMAK Barunawati Surabaya, Rabu (19/8/2026). Gugus mengingatkan peserta Yudisium, bahwa era inovasi dan transformasi sekarang ini telah mengubah hampir seluruh bidang kehidupan.
“Kecerdasan buatan, analisis data, otomatisasi, komputasi awan dan berbagai teknologi baru telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, berkimunikasi dan mengambil keputusan,” katanya.
Ia berpesan, agar para peserta yudisium manfaatkan teknologi secara kritis, kreatif, bertanggung jawab dan beretika. Lulusan STIAMAK yang berdampak, kata Gugus, adalah lulusan yang mampu mengubah pengetahuan menjadi tindakan dan menghadirkan solusi bagi lingkungan sekitarnya.
Karena itu, ia menyampaikan lima pesan utama yang mesti dipedomani. Kelimanya: jaga integritas, terus berinovasi, kuasai teknologi digital secara bijaksana, bangun kolabirasi, dan berikan dampak positif.
“Karena pada akhirnya keberhasilan bukan hanya jabatan atau penghasilan, tapi khairunnas anfa’uhum linnas, yakni manfaat yang diberikan kepada orang lain,” kata Gugus.
Selain para peserta, yudisium dihadiri jajaran pembina, pengawas, dan pengurus Yayasan Barunawati Biru Surabaya (YBBS), pengurus Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia Dr Kiagius Muhammad Amran, SE, MM, beserta jajaran manajemen Kanwil Regional 5 Pos Indonesia Surabaya. (fai)







