KEDIRI (RadarJatim.id) – Sekitar 2.000 siswa SMK Kartanegara Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengikuti kegiatan memasak bersama dalam rangka Hari Murid Sedunia 2026, Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang dilakukan terkait peringatan Hari Murid Sedunia ini menjadi sarana pengenalan keterampilan kuliner sekaligus dunia industri kepada siswa sekolah kejuruan.
Kegiatan bertajuk Satu Sekolah Sejuta Cerita, Berkarya Bersama itu digelar Indonesia Chef Association (ICA) Kediri Raya bersama PT Berkah Langgeng Kencana (BLK) Arsy Gas Indonesia. Melalui program Masak Besar atau Makan Sembari Beramal Bersama, penyelenggara menargetkan sekitar 2.000 porsi makanan dengan menu ayam asap (smoked chicken) dan nasi goreng Hong Kong.
Direktur Operasional PT Berkah Langgeng Kencana, Kevin Enrico Purnomo Djunaidi, mengatakan, kolaborasi dengan ICA telah berlangsung sejak 2024 melalui sejumlah kegiatan sosial dan pengembangan keterampilan.
“Ini bagian dari CSR kami. Kami melihat ada peluang untuk berkolaborasi dengan dunia pendidikan, apalagi di sini ada ekstrakurikuler tata boga,” ujar Kevin.
Menurut dia, keterampilan kuliner, pelayanan, dan jasa dapat menjadi alternatif kompetensi yang dikembangkan siswa selain bidang teknik. Pengenalan tersebut diharapkan memperluas wawasan siswa mengenai pilihan karier setelah lulus.
170 Siswa Minati Tata Boga
Kepala SMK Kartanegara Wates, Pujiono, mengatakan, sekolah yang dipimpinnya memiliki 2.336 siswa yang tersebar dalam tujuh kompetensi keahlian, yakni Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Komputer dan Jaringan, Layanan Kesehatan, Teknik Pengelasan, serta Teknik Pemesinan.
Di tengah beragam kompetensi tersebut, lebih dari 170 siswa laki-laki dan perempuan tercatat berminat mengikuti ekstrakurikuler Tata Boga. Kegiatan itu berlangsung setiap Sabtu dengan pendampingan. Besarnya minat siswa, katanya, menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk mempertimbangkan pengembangan tata boga menjadi kompetensi keahlian tersendiri pada masa mendatang.
Kolaborasi dengan praktisi kuliner diharapkan dapat memberikan pengalaman praktik kepada siswa sekaligus membantu sekolah mengidentifikasi potensi keterampilan yang sesuai dengan minat mereka.
Selain kegiatan kuliner, kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mengenalkan lingkungan kerja melalui program magang.
Kevin mengatakan, sejumlah siswa SMK Kartanegara Wates telah mengikuti program magang di perusahaannya. Melalui program itu, siswa berkesempatan mengenal lingkungan kerja dan memahami keterampilan yang dibutuhkan industri.
“Kita kenalkan ke dunia industri pekerjaan seperti apa. Tapi dengan sistem magang,” kata Kevin.
Ia menyebut, peluang kerja sama dapat dikembangkan ke sektor lain sesuai kebutuhan perusahaan dan kesiapan kompetensi siswa. Melalui kegiatan ini, sekolah dan dunia usaha diharapkan dapat memperkuat hubungan dalam pengembangan keterampilan siswa.
Sementara bagi peserta didik, pengalaman praktik dan pengenalan industri menjadi salah satu cara untuk memahami kebutuhan dunia kerja sebelum menyelesaikan pendidikan. (rul)





