SIDOARJO (RadarJatim.id) — Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026, SMK YPM 8 Sidoarjo menggelar kegiatan inovatif, bertajuk program ‘SRINAM’ (Srikandi Menanam). Bertujuan untuk membekali para siswi dengan pengetahuan dasar mengenai ketahanan pangan, melalui praktik bercocok tanam langsung di lingkungan sekolah.
Waka Kurikulum SMK YPM 8 Sidoarjo, Muhammad Hasan Qudari, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah nyata sekolah dalam mendukung pemerintah terkait ketahanan pangan nasional. Yakni dengan membekali anak-anak dari MI Darul Ulum diedukasi tentang bagaimana cara menanam pohon.
“Harapannya, anak-anak mulai dari muda sudah memiliki bekal dasar ketahanan pangan. Kami mengajak siswi untuk belajar menanam di sekolah agar nantinya mereka terbiasa melakukan hal yang sama di rumah masing-masing,” harap Hasan saat ditemui di Green Tekno Park SMK YPM 8 Sidoarjo, pada (21/4/2026) pagi.
Ia terangkan, kegiatan ini tidak hanya melibatkan internal sekolah. SMK YPM 8 Sidoarjo bersinergi dengan MI Darul Ulum untuk memperkenalkan dunia pertanian sejak dini kepada generasi yang lebih muda, ratusan siswa yang dilibatkan.Tanaman yang ditanam meliputi, bibit lombok (cabai), melon golden, dan terong.
Hasan menambahkan bahwa ke depannya, pihak sekolah berencana mengundang sekolah-sekolah SD/MI lain untuk berkunjung ke Green Tekno Park milik SMK YPM 8 Sidoarjo ini guna mengenalkan lingkungan dan tanaman secara gratis.
Pemilihan siswi sebagai fokus utama program ini bukan tanpa alasan. Menurut Hasan, ada kecenderungan generasi muda perempuan saat ini lebih memilih bekerja di sektor industri seperti pabrik atau perusahaan, dan mulai meninggalkan aktivitas bercocok tanam.
“Makanya, tujuan akhirnya, perempuan nantinya akan menumbuhkan ketahanan pangan di rumah. Jika ingin menuai hasil, maka harus berani menanam. Kami ingin mereka lebih peka dan cinta terhadap lingkungan,” tegasnya.

Menurutnya, saat ini, Green Tekno Park SMK YPM 8 Sidoarjo telah mengoleksi lebih dari 50 jenis tanaman, mulai dari buah-buahan seperti semangka dan melon, bunga, hingga sayuran seperti ketela dan labu termasuk kacang-kacangan dan cabai. Selain tanaman, area ini juga dilengkapi dengan kolam budidaya lele yang hasilnya dapat dipanen oleh para siswa.
Ke depan, area ini akan terus dikembangkan dengan integrasi teknologi pertanian. “Kami ingin menjadikan Green Tekno Park ini sebagai taman edukasi. Ada teknologinya, tapi ada unsur wisatanya (park) juga, supaya anak-anak merasa senang dan happy saat belajar,” pungkas Hasan.
Syifa Aurora siswa kelas X ini juga mengaku senang mengikuti program ‘Srinam’ karena sangat asyik sekali dan seru. “Ada pengalaman baru, karena belum pernah sekali menanam. Ternyata kita juga perlu melakukan regenerasi tanaman, agar lingkungan kita tetap hijau dan asri,” ungkapnya.(mad)







