SIDOARJO (RadarJatim.id) – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Timur (DPW PKB Jatim) mengukuhkan jajaran kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Anak Cabang (PKB) se-Kabupaten Sidoarjo periode 2026-2031 di The Sun Hotel, Minggu (4/10/2026) malam.
Pengambilan sumpah dan janji jabatan dipimpin oleh Wakil Ketua (Waketu) DPW PKB Jatim, Hj. Anik Maslachah yang disaksikan langsung Ketua DPW PKB Jatim, H. Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, Bupati Sidoarjo, H. Subandi serta beberapa ketua dan perwakilan partai politik di Kabupaten Sidoarjo.
H. Rizza Ali Faizin, Ketua DPC PKB Sidoarjo langsung memasang target politik menuju 2029, yaitu 22 kursi di DPRD Sidoarjo dan kemenangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sidoarjo.
“Ya, sesuai dengan arahan dari DPW PKB Jawa Timur. Kita target untuk Pemilu Legislatif (Pileg, red) adalah 22 kursi dan menang di Pilkada 2029,” kata Rizza.
Target tersebut dibarengi dengan memperkuat struktur partai hingga tingkat DPAC dan Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) se-Kabupaten Sidoarjo yang 70 persennya merupakan kader berusia 40 tahun kebawah dan 30 persen diisi oleh kaum perempuan.
Menurut anggota dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sidoarjo 3 (Tulangan, Krembung, Prambon dan Wonoayu) itu, komposisi tersebut menjadi bagian dari strategi menghadapi bonus demografi sekaligus memperluas dukungan dari pemilih muda.
“Dari 18 kecamatan itu ada 70 persen adalah dari kawula milenial usia 40 tahun kebawah. Itu menjadikan semangat, dengan adanya bonus demografi. Ini adalah semangat kita, bagaimana meraup suara sebanyak mungkin, khususnya dikawula milenial,” terangnya.
Disampaikan oleh Rizza bahwa regenerasi didalam tubuh PKB Sidoarjo akan dilanjutkan melalui Musyawarah DPRt se-Kabupaten Sidoarjo. Selain itu, kader-muda muda PKB Sidoarjo akan dilibatkan dalam mengawal kebijakan daerah dan menyerap aspirasi masyarakat. Salah satunya ruang yang disiapkan oleh PKB Sidoarjo adalah forum Jum’at Fraksi.
“Selain melalui pertemuan daring, forum tersebut juga dibuka secara langsung untuk masyarakat, termasuk kalangan muda,” sampainya.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo, H. Subandi yang hadir dalam pengukuhan tersebut meminta jajaran Kepengurusan PKB Sidoarjo tidak hanya menetapkan target, tetapi menghitung kekuatan politik secara lebih rinci.
Dijelaskan oleh Bupati Subandi bahwa target kursi di DPRD Sidoarjo harus dipetakan berdasarkan kemampuan PKB di setiap Dapil-nya. Ia menyebut Dapil Sidoarjo 5 dan Dapil Sidoarjo 6 sebagai wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih serius.
“Kalau target PKB yang diberikan tadi 22 (kursi, red), kemampuan 22 itu dari mana? Hari ini harus kita petakan,” jelasnya.
Mantan Ketua DPC PKB Sidoarjo itu mendorong adanya perhitungan kekuatan masing-masing Dapil. PKB harus mengetahui potensi suara yang bisa diperoleh dari Dapil Sidoarjo 1 hingga Dapil Sidoarjo 6.
“Kalau saya yakin, Insya’ Allah bahwa Kyai Zainal tadi menyampaikan bahwa Sidoarjo adalah NU dan PKB. Ini harus di sengkuyung bareng Kyai. Ya kalau ini betul, saya yakin selesai Sidoarjo,” tambahnya. (mams)







