SIDOARJO (RadarJatim.id) – Setelah 14 tahun dibangun atau sejak dimulainya proyek pada tahun 2011 lalu, Pasar Wadungasri yang berada di Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru terlihat mangkrak dan terbengkalai.
Gedung yang semula dirancang menjadi pasar modern itu mendapat sorotan dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo, Warih Andono yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk melihat langsung kondisi bangunan.
Warih Andono sangat menyayangkan mangkraknya proyek pembangunan Pasar Wadungasri selama lebih dari satu dekade tersebut, karena aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo itu seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas perekonomian masyarakat.
“Ini bukan temuan baru. Tapi ini adalah aset Pemkab Sidoarjo yang direncanakan untuk pasar modern sejak 2011, dan mangkrak hingga 2017. Jika aset ini dibiarkan begitu saja, tentu mubazir,” kata Warih Andono saat ditemui di Kantor DPRD Sidoarjo, Senin (18/5/2026).
Dikatakan oleh Warih Andono bahwa salah satu penyebab terhentinya proyek pembangunan Pasar Wadungasri tersebut, karena kontraktor pemenang tender meninggal dunia yang berdampak pada pendanaan dan kelanjutan proses konstruksi.
Ia juga mengatakan bahwa aktivitas parkir liar dibawah gedung Pasar Wadungasri yang seharusnya diatur secara resmi agar dapat masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sidoarjo.
“Sementara ini kan tidak ada pungutan resmi. Artinya yang parkir dibawah itu sifatnya pribadi-pribadi. Namun, sebagai aset daerah, hal ini tidak boleh dibiarkan tanpa aturan yang jelas. Harus ada pembagian hasil parkir sesuai ketentuan,” katanya.
Untuk itu, DPRD Sidoarjo akan mengadakan rapat dengar pendapat atau hearing dengan semua pihak dalam waktu dekat ini, mulai dari dinas terkait, bagian aset hingga kontraktor yang pernah menangani proyek tersebut.
“Kami sudah menelepon pimpinan Komisi B (DPRD Sidoarjo, red) untuk segera melakukan hearing minggu ini. Kita akan bedah kembali perhitungannya, dan melihat apakah kontraktor yang ada masih sanggup melanjutkan. Atau perlu langkah hukum dan teknis lainnya,” terangnya.
Politisi senior Partai Golkar itu berharap gedung Pasar Waduhngasri yang direncanakan memiliki 3 lantai hingga 4 lantai itu dapat segera difungsikan.
“Kami juga mendorong agar pasar baru nantinya terintegrasi dengan pasar lama yang beradaa disisi selatan untuk mendukung perekonomian warga Wadungasri dan sekitarnya,” tegasnya.
Sementara itu, Setya Handaka, Kepala Bidang (Kabid) Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo mengungkapkan bahwa pihaknya siap melanjutkan pembangunan Pasar Wadungasri yang kini terbengkalai tersebut.
“Kalau secara teknis, kita ini masih baru. Nanti akan cek dulu. Intinya kita siap, jika pasar akan dilanjutkan pembangunannya. Rencana pengelolaannya kita harus mengikuti perkembangan zaman agar bisa bersaing,” ungkapnya. (mams)







