SIDOARJO (RadarJatim.id) — Peringatan Bulan Bahasa di SMA Negeri 1 Taman (Smanita), Sidoarjo, berlangsung sangat istimewa dan sarat makna. Kegiatan tahunan yang jatuh pada bulan Oktober ini tidak sekadar menjadi ajang pembahasan tata bahasa atau sarana komunikasi semata, melainkan sebagai momentum penting dalam menjaga identitas, kebudayaan, hingga kedaulatan bangsa.
Pesan mendalam dan apresiasi disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., saat menghadiri puncak acara peringatan Bulan Bahasa di SMA Negeri 1 Taman pada (12/10/2026) siang.
Dalam arahannya di hadapan civitas akademika dan jajaran tamu undangan, Prof. Abdul Mu’ti menekankan posisi strategis bahasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kalau kita berbicara mengenai bahasa, kita tidak hanya berbicara mengenai bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi bahasa sebagai identitas bangsa dan juga bahasa sebagai cermin dari keadaan dan peradaban suatu bangsa,” tegas Prof. Abdul Mu’ti.
Prof Abdul Mu’ti juga mengingatkan amanat penting UUD 1945 terkait kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional serta kewajiban pemerintah dalam memajukan kebudayaan nasional.
Di tengah era globalisasi dan tingginya mobilitas masyarakat, pengelolaan bahasa diakui semakin kompleks. Mendikdasmen mencontohkan bagaimana pengabaian terhadap identitas bahasa di beberapa negara, seperti di Filipina Selatan, dapat memicu pergeseran isu sosial hingga politik.
Berbeda dengan negara tetangga seperti Singapura yang mengandalkan bahasa Inggris untuk menjembatani keberagaman etnis, Indonesia dianugerahi kekayaan luar biasa berupa 729 bahasa daerah (berdasarkan data Badan Bahasa) yang hidup harmonis mendampingi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Mendikdasmen pun menggarisbawahi pentingnya merawat keseimbangan, menjaga bahasa daerah sebagai akar budaya sekaligus memperkuat bahasa Indonesia sebagai jembatan komunikasi dan perekat persatuan nasional.
Tidak hanya menyampaikan arahan, dalam kunjungan kerja ini Mendikdasmen meresmikan dan meluncurkan majalah Smanita News edisi perdana. Ia juga menyerahkan penghargaan secara langsung kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Taman yang mengukir prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan peninjauan pameran hasil karya kegiatan kokurikuler siswa dan diakhiri dengan aksi peduli lingkungan melalui penanaman pohon bersama di area sekolah. Berbagai jenis tanaman buah dan sayuran ditanam dalam kegiatan tersebut.
Mendikdasmen menanam pohon buah rukem, sementara Kepala SMA Negeri 1 Taman Dewi Nurmalasari, M.Pd menanam jambu kristal. Kepala Dinas Pendidikan Jatim Dr. Aries Agung Paewai dan Dr. Kiswanto Kacabdin Wilayah Sidorajo juga turut berpartisipasi dengan menanam pohon jeruk dan srikaya.
Aksi ini semakin semarak dengan keterlibatan sekitar 60 murid SMANITA. Secara bersama-sama, mereka menanam tanaman terong dan tanaman cabai. Total pohon yang ditanam sekira 81 pohon. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung bagi murid untuk mengenal proses budi daya tanaman, merawat lingkungan, serta memahami pentingnya kemandirian pangan.
Setelah kegiatan penanaman, Mendikdasmen melanjutkan kunjungan dengan melihat hasil budi daya ikan lele yang dikelola warga SMANITA. “Budi daya ikan lele ini menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan lingkungan sekolah untuk kegiatan produktif yang mendukung ketahanan pangan. Jumlah 81 pohon ini berkaitan dengan peringatan HUT Provinsi Jawa Timur ke 81 ” tutur Bu Dewi_sapaan akrabnya.
Penanaman pohon buah, sayuran, dan budi daya ikan lele menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan dengan praktik kehidupan sehari-hari. “Jadi, murid tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga berkesempatan terlibat langsung dalam kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan dan ketersediaan pangan,” katanya.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan implementasi nilai-nilai yang sejalan dengan program SIKAP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Melalui pemanfaatan lahan sekolah untuk menanam dan membudidayakan pangan, sekolah dapat menumbuhkan kebiasaan produktif, tanggung jawab, gotong royong, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Kunjungan Mendikdasmen ke SMANITA pun menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa penguatan pendidikan dapat berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan hidup.
“Melalui kegiatan sederhana tetapi bermakna seperti menanam pohon, merawat sayuran, dan membudidayakan ikan lele, sekolah turut mempersiapkan generasi muda yang peduli lingkungan dan memahami pentingnya ketahanan pangan,” terang Bu Dewi.(mad)








