SIDOARJO (RadarJatim.id) — Suasana cerah dan ceria telah mewarnai kawasan Kampung Lali Gadget (KLG) Desa Pagerngumbuk, Wonoayu, pada (26/8/2026) pagi. Ratusan pelajar dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA berkumpul untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 bersama Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo, dr. Sriatun Subandi.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo tersebut, adalah menjadi momentum untuk mengajak anak-anak lebih aktif bermain, menggunakan sarana prasarana tradisional, juga belajar, dan mengembangkan kreativitas tanpa terlalu bergantung pada gadget.
Acara yang berlangsung meriah di ruang terbuka tersebut, juga dihadiri Plt Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo Dr. Netti Lastiningsih, M.Pd dan Kabid Mutu Pendidikan Dr. Lilik Sulistyowati, M.Pd, serta jajarannya.
Hadir pula Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Dhamroni Chudlori, serta Direktur Utama BPR Delta Artha, Sofia Nurkrisnajati Atmaja. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung pemenuhan hak anak, perlindungan anak, serta pelestarian permainan edukatif berbasis budaya lokal.
Kegiatan ini diikuti sekitar 250 perwakilan pelajar dari paud hingga SMA serta Forum Anak. Sejumlah unsur Forkopimka, OPD, serta para pendidik se-Kabupaten Sidoarjo turut hadir dalam kegiatan yang mengusung tema ‘Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan’.
Kehadiran Bunda PAUD Sidoarjo dr. Sriatun Subandi didampingi Plt Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo, Kabid Mutu Pendidikan dan Anggota Dewan, dipandu langsung oleh Pengelola KLG Achmad Irfandi langsung keliling meninjau berbagai aktivitas permainan dan kerajinan tradisional yang dibuat anak-anak.
Di lokasi, mereka melihat kreasi mainan tradisional berupa tembak laras panjang yang dibuat dari pelepah pisang, hingga tembak busur yang dirakit menggunakan bambu dan karet. Anak-anak juga menunjukkan keterampilan membuat kerajinan ikat kepala khas, yakni Udeng Pacul Goang.
Plt Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo, Netti Lastiningsih, mengatakan HAN bukan sekadar kegiatan seremonial. Peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, mengajak anak-anak untuk berani bermimpi dan mengejar cita-cita. Ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dari perundungan, diskriminasi, maupun kekerasan.
“Anak-anak harus merasa aman, disayangi, dan didampingi. Kalau ada sesuatu yang membuat tidak nyaman atau merasa tidak aman, jangan takut untuk bercerita kepada guru maupun orang tua,” pesan Sriatun.
Sriatun juga mengingatkan anak-anak agar mengisi masa pertumbuhan dengan kegiatan positif, seperti rajin membaca, mengembangkan bakat dan kreativitas, serta membatasi penggunaan smartphone. Menurutnya, kehadiran orang tua dan guru sangat penting dalam mendampingi anak di tengah perkembangan teknologi.
Kepada para pendidik dan orang tua, Sriatun berpesan agar tidak hanya berfokus pada capaian akademik anak. Guru dan orang tua juga perlu memberikan perhatian terhadap kondisi emosional anak dengan membangun komunikasi yang terbuka dan penuh kasih sayang.(mad)







