SIDOARJO (RadarJatim.id) – Musyawarah Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (Muscab PKB) Sidoarjo akan digelar di Fave Hotel, jalan raya Jenggolo, Nomor 15. Kelurahan Pucang, Kecamatan Sidoarjo pada Sabtu (4/3/2026) besok.
Suhu politik menjelang Muscab PKB Sidoarjo tensinya semakin naik dan mulai memanas, apalagi ada pihak-pihak yang berusaha memunculkan nama H. Subandi sebagai salah satu kandidat bakal calon (balon) Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Sidoarjo.
Karena oleh sebagian kader, pengurus mulai ranting, anak cabang hingga cabang sendiri, H. Subandi dianggap sebagai kader ‘murtad’ yang sudah keluar dari PKB, khususnya pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sidoarjo 2024 lalu.
Sebagaimana diketahui bahwa pada saat itu, Subandi masih menjabat sebagai Ketua DPC PKB Sidoarjo. Akan tetapi dia memilih menentang perintah partai dengan menolak rekomendasi dari PKB untuk maju di Pilkada Sidoarjo 2024.
Subandi lebih memilih rekomendasi dari Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat dan beberapa partai politik (parpol) non parlemen yang berpasangan dengan Hj. Mimik Idayana sebagai wakilnya.
”Untuk itu, kami bereaksi keras ketika namanya berusaha oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab sebagai salah satu kandidat bakal calon Ketua (DPC PKB Sidoarjo, red). Bagi kami, dia sudah berkhianat dan tidak mematuhi keputusan partai saat Pilkada (Sidoarjo, red) 2024 kemarin,” kata Sony Widato, Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PKB Balongbendo kepada RadarJatim.id, Jum’at (3/4/2026).
Dikatakan oleh Sony Widato bahwa Muscab PKB Sidoarjo besok menjadi ajang evaluasi diri, seberapa solid kader dan pengurus PKB mulai dari ranting, anak cabang hingga pengurus ditingkat cabang selama 5 tahun terakhir ini.
Menurut Sony bahwa kader atau pengurus yang selama ini menjadi pengkhianat dan mencari hidup di PKB akan semakin terlihat jelas ketika berusaha memunculkan Subandi, istri dan anaknya untuk masuk dalam bursa kandidat balon Ketua atau Pengurus DPC PKB Sidoarjo periode 2026-2031.
”Jika nama-nama itu sengaja dimunculkan, maka sudah terlihat jelas siapa saja yang selama ini melakukan pengkhianatan di internal sendiri. Sehingga PKB kalah saat mengusung calonnya pada Pilkada Sidoarjo 2024 kemarin,” katanya.
Ditegaskan oleh Sony bahwa dirinya bersama DPAC-DPAC PKB lainnya akan menentang dan melawan terhadap pihak-pihak yang berusaha memasukkan atau mengusulkan Subandi, istri dan anaknya sebagai kandidat balon Ketua maupun Pengurus DPC PKB Sidoarjo.
Sebab, istri dan anak Subandi diduga terlibat dalam pemenangan Calon Kepala Daerah Sidoarjo 2024 yang tidak diusung oleh parpol berlambang bola dunia tersebut. Dalam berbagai pemberitaan di media massa, dana kampanye pasangan Subandi-Mimik Idayana pada Pilkada Sidoarjo 2024 lalu ditransfer ke rekening PT Jaya Makmur Rafi Mandiri yang notabene milik Rafi Wibisono *dan Sriatun*.
”Sekali lagi saya tegaskan! Kalau masih saja ada yang berusaha memunculkan nama Subandi, istri dan anaknya. Justru, mereka-merekalah pengkhianat-pengkhianat partai yang sesungguhnya selama Pilkada kemarin,” tambahnya. (mams)







