KEDIRI (RadarJatim.id) -– Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KB) Kabupaten Kediri mengungkap jumlah anak yang diduga menjadi korban pencabulan oleh seorang tokoh agama di Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, terus bertambah. Jika sebelumnya laporan awal menyebut 10 anak, kini jumlah korban yang terdata –sementara– mencapai 13 anak.
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP2KB Kabupaten Kediri, Intan Candra Dewi, mengatakan, pihaknya langsung bergerak melakukan pendampingan psikologis terhadap para korban.
“Data sementara yang kami terima memang bertambah menjadi 13 anak. Namun asesmen masih terus dilakukan karena proses pendalaman belum selesai,” kata Intan, Senin (18/5/2026).
Menurut Intan, seluruh korban masih berstatus anak di bawah umur sehingga membutuhkan penanganan khusus untuk memulihkan kondisi psikologis mereka.
“Fokus kami saat ini bukan pada jumlah, tetapi memastikan kondisi psikologis anak-anak bisa segera pulih. Pendampingan ini sangat penting karena sebagian korban mengalami trauma,” ujarnya.
DP2KB, kata dia, telah membentuk tim pendamping yang melibatkan psikolog dan berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk melakukan pemulihan secara bertahap. Ia meminta semua pihak tidak membuka identitas korban maupun memberikan tekanan yang dapat memperburuk kondisi mental anak-anak.
“Kasus ini sangat sensitif. Kami mohon semua pihak, termasuk media, memberikan ruang agar anak-anak bisa menjalani pemulihan dengan aman,” ucapnya.
Kasus ini mencuat setelah sejumlah anak di Desa Tales mengaku mengalami perlakuan tidak senonoh dari seorang tokoh agama berinisial Ho. Pengakuan para korban bermula dari cerita salah satu anak kepada keluarganya. Setelah ditelusuri, muncul pengakuan serupa dari anak-anak lain.
Terduga pelaku telah diamankan Satreskrim Polres Kediri pada Sabtu (16/5/2026) malam. “Penjemputan” pelaku sempat diwarnai ketegangan. Puluhan warga memadati lokasi dan menghadang kendaraan petugas sebagai bentuk kemarahan atas dugaan tindakan yang dilakukan pelaku.
Kasus ini memicu keterkejutan di lingkungan setempat lantaran terduga pelaku dikenal sebagai sosok tokoh agama yang selama ini aktif mengajar mengaji. Hingga kini, Satreskrim Polres Kediri masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor. (rul)







