SIDOARJO (RadarJatim.id) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Sidoarjo melakukan perombakan didalam struktur kepengurusan Fraksi PKB Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo periode 2024-2029.
Hal itu terungkap saat Sekretaris DPRD Sidoarjo, Hari Sucahyono membacakan surat perubahan susunan kepengurusan Fraksi PKB didalam Rapat Paripurna DPRD Sidoarjo, Senin (31/8/2026).
Posisi Ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo yang sebelumnya dijabat oleh Dhamroni Chudlori digantikan oleh Achmad Muzayyin, dan posisi sekretaris ditempati oleh Abud Asyrofi.
Pencopotan Dhamroni Chudlori sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo sudah diprediksi oleh banyak pihak, sejak Rizza Ali Faizin ditetapkan sebagai Ketua DPC PKB Sidoarjo pada Juni 2026 lalu.
Menurut sebagian kalangan, hubungan diantara keduanya dianggap kurang harmonis sejak Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2024 lalu. Keduanya berangkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) yang sama, yakni Dapil Sidoarjo 3 yang terdiri dari Kecamatan Tulangan, Wonoayu, Krembung dan Prambon.
Ketua DPC PKB Sidoarjo, Rizza Ali Faizin menyampaikan bahwa pergantian itu menjadi bagian dari langkah DPC PKB Sidoarjo untuk melakukan penyegaran sekaligus regenerasi di tubuh fraksi. Kader muda dinilai perlu mendapat ruang lebih besar untuk membawa aspirasi masyarakat melalui parlemen.
Disampaikan oleh Rizza bahwa perubahan struktur kepengurusan Fraksi PKB DPRD Sidoarjo bukan sekadar pergantian posisi, namun menjadi bagian dari persiapan partai menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
“Ya, penyegaran dan regenerasi saja,” kata Rizza saat ditemui awak media usai Rapat Parripurna DPRD Sidoarjo.
Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo menjelaskan bahwa perubahan dilakukan setelah adanya arahan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur (Jatim) untuk melakukan penyegaran pada struktur fraksi.
Pilihan dijatuhkan kepada Achmad Muzayyin sebagai ketua dan Abud Asyrofi sebagai sekretaris, tidak lepas dari faktor usia dan energi. Keduanya dianggap mewakili generasi baru yang diharapkan mampu bekerja lebih aktif dalam mengawal kepentingan masyarakat.
“Generasi baru, muda dan energik untuk membawa kepentingan-kepentingan aspirasi dari teman-teman fraksi (agar, red) lebih semangat lagi,” jelasnya.
Sebab bagi DPC PKB Sidoarjo, keberadaan Fraksi PKB di DPRD Sidoarjo tidak hanya berkaitan dengan fungsi politik dan kelembagaan. Fraksi juga menjadi salah satu pintu bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Oleh karena itu, Fraksi PKB DPRD Sidoarjo akan terus didorong agar menjadi wadah yang responsif terhadap berbagai keluhan dari masyarakat.
PKB ingin membangun citra sebagai partai yang responsif dan modern. Aspirasi yang datang dari bawah, tidak cukup hanya diterima dan didengar, tetapi harus diikuti dengan langkah penyelesaian.
“Ketika ada keluhan dan aspirasi dari bawah, segera direspons. Sama halnya dengan Jum’at Fraksi yang tidak hanya didengarkan, tapi dicarikan solusi dan diselesaikan permasalahan di masyarakat,” jelasnya.
Perubahan komposisi Fraksi PKB di DPRD Sidoarjo ini sekaligus memperlihatkan arah politik DPC PKB Sidoarjo menjelang Pemilu 2029. Regenerasi kader ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat mesin politik yang sekaligus menjaga kedekatan dengan masyarakat.
Dengan wajah baru di tubuh Fraksi PKB DPRD Sidoarjo, para kader muda diharapkan tidak hanya menjadi penerus estafet kepemimpinan saja. Akan tetapi, mampu memperkuat perjuangan aspirasi masyarakat. (mams)







