KEDIRI (RadarJatim.id) – Pemuda dan tokoh lintas agama menggelar doa bersama untuk para pejabat negara dalam tasyakuran Hari Sumpah Pemuda dan peringatan lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Selasa (27/10/2026) malam.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi peringatan momentum kebangsaan, tetapi juga ajakan moral agar para penyelenggara negara menjalankan sumpah jabatan dengan jujur dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
Inisiator kegiatan sekaligus Ketua Departemen Pendidikan DPP Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA Indonesia), R.M. Kushartono, mengatakan, perjalanan bangsa Indonesia memiliki benang merah dari Sumpah Palapa, Sumpah Pemuda, hingga sumpah jabatan para pejabat negara.
“Sejarah kebangsaan kita ditopang oleh tiga sumpah yang sakral. Pertama Sumpah Palapa yang menyatukan Nusantara, kedua Sumpah Pemuda 1928 yang melahirkan kemerdekaan, dan estafet ketiganya kini berada di pundak para penyelenggara negara melalui sumpah jabatan,” ujar Kushartono.
Menurut dia, sumpah jabatan bukan sekadar ikrar formal, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian kepada rakyat.
Perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri, Wawan Sugiraharjo, mengapresiasi kegiatan yang mempertemukan pemuda, tokoh lintas agama, dan masyarakat tersebut. Wawan menilai doa bersama merupakan salah satu bentuk pengamalan nilai Pancasila, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
Ia berharap, kegiatan itu tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi gerakan moral untuk kebaikan bangsa.
Sementara itu, perwakilan pemuda, Azizah Gitaning Ratri, mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk memahami hubungan antara semangat Sumpah Pemuda dan tanggung jawab para pemimpin.
“Harapan saya ke depan, semoga generasi muda sekarang bisa lebih peka dan peduli terhadap pemerintah, serta memiliki pemikiran yang lebih terbuka tentang politik,” ujar siswa Sekolah Alam Saka tersebut.
Rangkaian acara diisi dengan doa pengantar kebangsaan, doa lintas agama, serta lantunan lagu nasional. Penyelenggara juga menyalurkan tali asih kepada 12 anak yatim dan warga fakir miskin.
Melalui kegiatan di Ndalem Pojok, penyelenggara berharap semangat Sumpah Pemuda dapat diwujudkan melalui persatuan, kepedulian sosial, dan komitmen menjalankan amanah demi kepentingan bangsa dan negara. (rul)








