MALANG (RadarJatim.id) — Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) telah menyelenggarakan pelatihan pembuatan program latihan kondisi fisik, khusus cabang olahraga tinju bagi pelatih dan guru pendidikan jasmani Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kota Malang.
Kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Plt Kepala SMK Negeri 6 Malang Wigonggo Among Anggono, M.Pd., bersama Ketua MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Kota Malang Gayuh Drianto, S.Pd., M.M. pada (13/8/2026) bertempat di Hall SMK Negeri 6 Malang, berlangsung selama satu hari penuh ini dihadiri oleh 7 orang pelatih dari berbagai cabang olahraga serta 54 orang guru Penjas dari Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Malang.
Tim narasumber yang dihadirkan dalam pelatihan ini merupakan para akademisi dan praktisi dari Prodi D4 Kepelatihan Olahraga dan Analisis Performa Olahraga Vokasi UNESA. Mereka adalah Dr. Wijono, M.Pd., Dr. Muhammad Kharis Fajar, S.Pd., M.Pd., dan Nafisa Pambudi, S.Pd., M.Pd.
Dr. Wijono, M.Pd. dan Dr. Muhammad Kharis Fajar, S.Pd., M.Pd. merupakan dosen Program Studi Sarjana Terapan D4 Kepelatihan Olahraga UNESA yang telah banyak terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat di bidang sport science dan kepelatihan olahraga.
Keduanya juga tercatat sebagai penulis buku “Filsafat dan Kepelatihan Olahraga” yang diterbitkan pada tahun 2024. Sementara Nafisa Pambudi, S.Pd., M.Pd. merupakan tenaga ahli dari prodi yang sama yang turut memperkaya sesi pelatihan dengan pendekatan praktis dan aplikatif.
Berdasarkan roadmap penelitian Prodi D4 Kepelatihan Olahraga UNESA, tema riset prioritas yang dikembangkan adalah pengembangan dan kajian kondisi fisik, model variasi latihan olahraga, serta peralatan yang digunakan dalam latihan fisik olahraga. Hal ini sejalan dengan tujuan pelatihan yang diselenggarakan di SMK Negeri 6 Malang.
Menurut Dr. Wijono, bahwa pelatihan ini dirancang sebagai upaya menjembatani kesenjangan antara teori sport science dengan praktik di lapangan. Selama ini, banyak pelatih dan guru Penjas yang memiliki pengalaman empiris luar biasa, namun belum terbiasa menyusun program latihan secara terstruktur dan terukur. “Padahal, kunci prestasi atlet terletak pada program latihan yang sistematis dan berbasis data,” jelas Wijono.
Oleh karena itu, kami dari Prodi D4 Kepelatihan Olahraga Vokasi UNESA sangat fokus pada pengembangan model latihan kondisi fisik yang sesuai dengan karakteristik cabang olahraga masing-masing.
“Untuk tinju, misalnya, kondisi fisik seperti daya tahan, kekuatan dan kecepatan pukulan,, reaksi dan kelincahan harus dilatih dengan metode periodisasi yang tepat agar atlet tidak mengalami overtraining dan performanya dapat terus meningkat. Kami berharap setelah pelatihan ini, para peserta mampu membuat program latihan yang terkomputerisasi, terukur, dan dapat dimonitor secara berkala,” harap Dr. Wijono.
Dr. Muhammad Kharis Fajar, juga menambahkan bahwa antusiasme peserta pada pelatihan kali ini sangat luar biasa.
Ia tekankan pentingnya tes dan pengukuran awal untuk mengidentifikasi profil fisik setiap atlet, karena setiap atlet memiliki karakteristik dan kebutuhan latihan yang berbeda. Pendekatan individualisasi ini yang sering terabaikan. Selain itu, kami juga memperkenalkan integrasi data ke dalam program latihan.
“Dengan teknologi saat ini, pelatih dapat memantau perkembangan atlet secara real-time dan menyesuaikan beban latihan secara dinamis. Ini sejalan dengan roadmap riset prodi kami yang berfokus pada pengembangan peralatan latihan fisik yang inovatif. Makanya kami sangat mengapresiasi MGMP SMK Kota Malang dan SMK Negeri 6 Malang yang telah memfasilitasi kegiatan ini dengan sangat baik,” jelas Dr. Muhammad Kharis Fajar.
Sementara itu, Nafisa Pambudi, selaku narasumber dari Prodi D4 Kepelatihan Olahraga dan Analisis Performa Olahraga Vokasi UNESA mengungkapkan optimisme dan komitmen keberlanjutan pasca-pelatihan. “Sebagai bagian dari tim, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu dan semangatnya untuk mengikuti pelatihan ini,” katanya.
“Semoga melalui pelatihan ini, lahir petinju-petinju handal yang mampu mengharumkan nama Kota Malang, baik di ajang Porprov Jatim maupun kejuaraan nasional lainnya,” doa Nafisa Pambudi.

Dalam pembukaannya, Plt Kepala SMK Negeri 6 Malang Wigonggo Among Anggono, M.Pd., dan Ketua MGMP PJOK Kota Malang Gayuh Drianto, S.Pd., M.Pd. menandai dukungan penuh dari pihak sekolah, dan asosiasi guru pendidikan jasmani terhadap peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepelatihan olahraga.
“Dengan dibukanya pelatihan ini, saya berharap SMK Negeri 6 Malang tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga menjadi salah satu motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan jasmani dan pembinaan olahraga di Kota Malang,” harapnya.
Ketua MGMP Kota Malang juga menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap pelaksanaan pelatihan ini. “Kami menyambut baik pelaksanaan pelatihan ini, sebagai wujud sinergi antara MGMP Penjaskes dengan Perguruan Tinggi. Ini adalah kesempatan emas bagi para guru Penjas untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang kepelatihan, khususnya olahraga tinju yang membutuhkan pendekatan ilmiah dalam pembinaannya,” sampainya.
“Kami berharap pelatihan ini dapat berkelanjutan dan tidak hanya berhenti di sini, karena peningkatan kompetensi guru adalah kunci untuk melahirkan generasi atlet berprestasi di Kota Malang,” harapnya.(mad)






