SIDOARJO (Radarjatim.id)— Program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia), merupakan program kemitraan Pemerintah Indonesia dengan Australia bidang pendidikan, telah melakukan pendampingan pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SD Negeri Permisan Jabon, Sidoarjo dan MI Darul Muttaqien Taman, Sidoarjo.
Untuk SD Negeri Permisan Jabon yang sudah berjalan dalam beberapa tahun, terbukti membawa dampak besar bagi perkembangan siswa maupun tenaga pendidik di sekolah inklusif.
Kondisi tersebut diungkapkan Pengawas Pendidikan Korwil Jabon, Drs. Imron Syah, M.Pd., bahwa keberadaan program Inovasi ini sangat membantu sekolah, khususnya para guru, dalam mengatasi berbagai kendala penanganan anak berkebutuhan khusus.
”Dengan adanya kegiatan Inovasi ini sangat membantu, khususnya bagi sekolah dalam mengatasi anak-anak berkebutuhan khusus, serta membantu guru-guru menyelesaikan masalah tersebut,” ungkapnya.

Ungkapkan Pengawas Imron Syah tersebut disampaikan saat ada kegiatan kunjungan lokas Tim Inovasi bersama OPDis (Organisasi Penyandang Disabilitas) Sidoarjo serta tim dari BLSDM Komdigi Surabaya pada (27/10/2026) pagi.
“Perkembangannya anak-anak kini bisa tertolong, bahkan ada yang sudah berhasil masuk ke SMP Negeri karena rasa percaya diri mereka meningkat,” jelas Imron Syah.
Kerja sama program Inovasi ini telah berlangsung dari beberapa sekolah. “Melalui pendampingan yang telaten, para guru mendapatkan wawasan dan ilmu baru tentang cara menangani siswa ABK, seperti mendatangkan tenaga ahli sesuai kebutuhan spesifik siswa, salah satunya pengajar khusus untuk anak dengan gangguan pendengaran,” terang Pak Imron_sapaan akrabnya.
Melihat hasil positif tersebut, pihak pengawas berencana memperluas jangkauan program Inovasi ini ke sekolah-sekolah lain di wilayah Jabon Selatan.
“Di wilayah Jabon sendiri, terdapat 22 SD Negeri, 2 SMP Negeri, serta 1 sekolah satu atap di bawah naungan dinas pendidikan,” jelasnya.
Imron Syah juga menjelaskan bahwa tantangan utama anak berkebutuhan khusus di daerah tersebut umumnya bukan terletak pada tingkat kecerdasan atau potensi anak, melainkan keterbatasan pendampingan serta kurangnya perhatian dari lingkungan keluarga.
”Melalui pendampingan intensif yang telah berjalan sekitar empat tahun ini, saya rasa percaya diri dan prestasi siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan,” katanya.
“Oleh karena itu, saya berharap kolaborasi dan program Inovasi pendidikan ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan demi masa depan pendidikan anak-anak di Jabon,” harap Pak Imron.
Bu Anik Kepala SD Negeri Permisan juga menambahkan kalau siswa yang sebelumnya ragu atau takut kini lebih berani menunjukkan potensinya. “Alhamdulillah perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah kami sangat bagus,” tambahnya.
Perwakilan dari INOVASI Berty yang memimpin rombongan menjelaskan, sejumlah perwakilan dari berbagai organisasi, di antaranya Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) dan Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), yang melakukan kunjungan silaturahmi ke SD Negeri Permisan.
“Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan, mengenali kondisi sekolah secara langsung, serta membangun kemitraan dalam mendukung pendidikan,” jelas Berty.
Jadi kehadiran kami bukan untuk melakukan penilaian atau pengawasan, melainkan untuk belajar dan bersilaturrahmi.

“Kami datang bukan untuk menilai apalagi mengawasi, tetapi ingin belajar dan mengenal lebih dekat kondisi di SD Negeri Permisan. Kami berharap bisa menjadi sahabat dan mitra bagi sekolah,” harap Berty saat berdialog dengan kepala sekolah dan jajaran guru.
Pihaknya menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama di masa depan, seperti memberikan motivasi kepada para siswa serta berbagi pengetahuan dan wawasan terkait pendidikan inklusif bersama para guru.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini disambut baik oleh pihak sekolah, diawali dengan perkenalan dari para guru, termasuk Ibu Azizah selaku guru kelas 1, dan diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya sinergi yang bermanfaat bagi perkembangan pendidikan di SD Negeri Permisan.(mad)








