SIDOARJO (RadarJatim.id) Prestasi membanggakan di tingkat nasional kembali diraih oleh lembaga pendidikan vokasi asal Kota Delta. SMK Plus NU Sidoarjo sukses menyabet penghargaan bergengsi dalam ajang 7SKY Media Awards 2026. Penghargaan ini diraih atas konsistensi sekolah dalam menakhodai inovasi pembelajaran berbasis digitalisasi mutakhir di era modern.
Dalam sambutannya di hadapan jajaran pimpinan 7SKY Media, Kepala SMK Plus NU Sidoarjo, Zakariya, menyampaikan rasa syukur dan dedikasi tertingginya kepada seluruh jajaran struktural yang mengawal jalannya roda pendidikan di sekolah tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan kami di PCNU Sidoarjo, BPPNU Sidoarjo, serta LP Ma’arif Sidoarjo. Penghargaan ini saya persembahkan untuk Dedikasi guru, tenaga kependidikan dan siswa siswi yang terus konsisten menggerakkan literasi digital,” ujar Zakariya penuh khidmat, Sabtu (23/5/2026).
SMK Plus NU Sidoarjo yang mengemas kurikulum unggulan di bidang Keperawatan, Farmasi, Akuntansi, Perbankan Syariah, Desain Komunikasi Visual (DKV), serta Animasi ini, memang memiliki rekam jejak digital yang kuat.
Zakariya menceritakan, lembaga yang dipimpinnya telah berdiri sejak tahun 2010. Langkah visioner diambil manajemen pada tahun 2017 dengan menasbihkan diri sebagai sekolah berbasis teknologi. Lompatan ini dilakukan jauh sebelum terjadinya pandemi Covid-19 dan sebelum tren sekolah tanpa buku merebak ke permukaan.
“Hingga saat ini, kami konsisten menjadi satu-satunya sekolah di Sidoarjo yang menggerakkan literasi cerdas melalui tekmedia tanpa ketergantungan pada buku fisik. Walaupun buku konvensional tetap ada sebagai referensi, pemanfaatan media teknologi canggih ini membuat para siswa kami mampu mengeksplorasi segala ilmu pengetahuan secara global dengan jauh lebih luas tanpa sekat ruang dan waktu,” jelasnya.
Kendati arus perkembangan digital dan transformasi pengetahuan bergerak super cepat, SMK Plus NU Sidoarjo tidak mau melupakan akar budaya ketimuran. Pihak sekolah menyeimbangkan kecakapan teknologi tersebut dengan penanaman nilai spiritual dan moral yang ketat bagi seluruh peserta didik.
Zakariya menekankan bahwa secanggih apa pun teknologi dan secepat apa pun arus informasi digital yang masuk, benteng pertahanan terbaik seorang anak berada pada kekuatan karakter aslinya.
“Teknologi boleh melesat cepat, namun kami konsisten menanamkan karakter akhlakul karimah yang kuat pada diri anak-anak. Karakter inilah yang menjadi benteng kokoh agar mereka terjaga dari segala dampak negatif yang dapat merusak perilaku dan sikap. Oleh karena itu, prinsip kami adalah salam literasi, tetap berkarakter santun, dan siap mendunia,” pungkas Zakariya optimistis.(RJ1)







