SIDOARJO (RadarJatim.id) Satgas Pangan langsung merespon cepat laporan dari Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Ir.H.Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol (BHS) terkait temuan mahalnya MinyaKita yang dijual Rp 22 ribu perliternya.
Penemuan penjualan MinyaKita tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) itu terungkap saat BHS meninjau Pasar Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo pada Kamis 30 Juli 2026.
Usai temuan itu, BHS memang langsung menghubungi Kepala Satgas Pangan dan tak berlangsung lama, langsung direspon dengan cepat oleh Satgas Pangan memerintahkan Perum Bulog menggelontorkan migor di wilayah Sidoarjo. Termasuk menggelontorkan MinyaKita ke Pasar Kalangangar.
“Diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan secara maksimal pembelian dari minyak kita sesuai dengan harga HET,” kata BHS, Minggu (2/8/2026).

Pasca Satgas Pangan melalui Perum Bulog menggelontorkan MinyakKita, memang stok MinyaKita langsung tercukupi bahkan berlebih. Sehingga harga yang awalnya tinggi Rp 22 ribu perliter dan sempat dikeluhkan konsumen, kini langsung stabil dan dijual sesuai HET Rp 15.700 perliternya.
“Sudah (pasca diggelontornnya MinyaKita,Red) sangat kecukupan dari sisi jumlahnya,” tambah Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini.
Lebih lanjut disampaikan, bahwa MinyaKita ini barang subsidi yang harus dijual dengan harga sebenarnya yaitu sesuai HET. Sebab menggunakan uang rakyat.
“Kalau ada yang menjual lebih mahal akibat permainan distribusi, tentu harus ditindak sesuai aturan,” kata BHS.
Satgas Pangan sudah memerintakan Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya sudah menggelontorkan 16.193 karton atau setara 194.316 liter MinyaKita ke lima pasar rakyat di Kabupaten Sidoarjo guna menjaga ketersediaan pasokan dan menstabilkan harga sesuai HET.
Sebanyak 194.316 liter MinyaKita didistribusikan ke Pasar Larangan sebanyak 106.452 liter, Pasar Taman 16.920 liter, Pasar Krian Baru 33.600 liter, Pasar Porong 17.808 liter, serta Pasar Krian Lama 18.276 liter dan pasar Kalanganyar.
“Alhamdulillah, harga MinyaKita sudah turun, tidak lagi Rp 22 ribu perliternya. Terima kasih Pak BHS yang sudah peduli dan ikut mengawal harga sembako,” kata Subhan salah satu pengunjung Pasar Kalanganyar. (RJ1)







