SIDOARJO (RadarJatim.id) — Di tengah maraknya keluhan orang tua terkait tingginya biaya kegiatan Outdoor Learning (ODL) yang kerap berkedok wisata, SD Khazanah Ilmu, Wage, Taman Sidoarjo kini menghadirkan terobosan berbeda.
Mengusung konsep hemat biaya namun kaya makna, sekolah dasar di Sidoarjo ini mengajak para siswanya terjun langsung dalam agenda pembelajaran sosial dan kemanusiaan pada 9 dan 16 September 2026.
Dalam kegiatan ODL kali ini, para siswa diajak mengunjungi dua tempat yang syarat nilai kehidupan, yaitu SLB Negeri Gedangan Sidoarjo dan Griya Wreda/Panti Jompo Surabaya.
Melalui kunjungan ke SLB Negeri Gedangan, para siswa diajak berinteraksi langsung dengan teman-teman berkebutuhan khusus.

Pengalaman ini dirancang untuk membangun cara pandang inklusif, mengikis stigma, serta menanamkan rasa syukur dan kepedulian terhadap keberagaman ciptaan Allah.
Bagi siswa SD Khazanah Ilmu, perjumpaan tersebut menjadi pengalaman belajar yang tidak sepenuhnya dapat diperoleh melalui buku pelajaran.
Mereka belajar bahwa setiap manusia memiliki keunikan, kemampuan, dan tantangannya masing-masing. Dari sana, tumbuh pembelajaran tentang menghargai, tidak merendahkan, membantu, dan memperlakukan orang lain dengan penuh kemanusiaan.
Sementara itu, kunjungan ke Griya Wreda Surabaya ditujukan untuk mengasah kepekaan sosial sekaligus memperkuat karakter birrul walidain (berbakti kepada orang tua). Di panti jompo, siswa menyaksikan dari dekat kehidupan para lansia dan belajar pentingnya memberikan perhatian serta kasih sayang kepada orang tua yang mulai renta.
Kepala SD Khazanah Ilmu, Mohamad Rojii, M.Pd., menegaskan bahwa esensi ODL seharusnya tidak diukur dari seberapa jauh tempat wisata yang dituju atau seberapa besar biaya yang dikeluarkan, melainkan dari dampak edukasi yang ditanamkan ke peserta didik.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa belajar tidak harus pergi jauh dan mahal. Banyak pelajaran besar yang sangat dekat dengan kehidupan kita,” terang Mohamad Rojii.
“Jadi, pendidikan yang baik tidak hanya menghasilkan anak yang pintar secara akademik, tetapi juga memiliki hati, empati, dan kepedulian sosial,” tegas Ustad Rojii_sapaan akrabnya.
Melalui pendekatan kontekstual dan terjangkau ini, SD Khazanah Ilmu membuktikan bahwa kegiatan ODL dapat dirancang tanpa membebani finansial orang tua. “Sekaligus menjadi ruang efektif untuk membentuk karakter, menumbuhkan empati, dan mengasah hati nurani siswa sejak dini,” jelasnya.(mad)







