GRESIK (RadarJatim.id) – Untuk meningkatkan layanan kepada peserta didik, SD Muhammadiyah 1 Giri (SD Muri) Kebomas, Gresik, Jawa Timur membangun kembali gedung sekolah yang berdiri sejak 1969. Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gedung SD Muri ini dilakukan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof Dr KH Thohir Luth, MA, Minggu (19/7/2026) pagi.
Hadir mendampingi Prof Thohir saat peletakan batu pertama pembangunan gedung SD Muri, di antaranya Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebomas, Ir Samsul Muslimin dan Sekretaris, M. Yunus; sesepuh Muhammadiyah Giri H Abu Hayan Adjib, Ketua Pembangunan Nanang Ali Hamidi. Turut hadir juga, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Hilmi Aziz dan M. In’am, dan sejumlah pengurus PDM dan PCM, serta panitia pembangunan lainnya.
Sebelum meletakkan batu pertama pembangunan SD Muri, Prof Thohir mengajak para kader dan simpatisan Muhamamdiyah di jajaran Pimpinan Cabang Kebomas menyisihkan sebagian rezekinya untuk diinfakkan bagi pembangunan gedung baru ini. Jika semua warga Muhammadiyah secara istiqamah mau menginfakkan 2,5% saja dari rezekinya, lanjut Prof Thohir, dalam waktu singkat pembangunan bisa dirampungkan.
“Hari ini saya datang ke sini untuk peletakan batu pertama. Mari kita terlibat dalam pembangunan ini dengan menginfakkan 2,5 persen saja dari rezeki kita, insya Allah pembangunan ini cepat selesai. Dan, saya nanti ke sini lagi untuk meresmikan. Semoga jadi jariyah untuk kita semua,” ujar Prof Thohir.
Beberapa saat sebelum peletakan batu pertama, Prof Thohir hadir sebagai penceramah pada Pengajian Ahad Pagi di Masjid At-Taqwa Giri di Komplek Perguruan Muhammadiyah Giri Kebomas.
Pada kajian bulanan itu, ia juga mendorong para jamaah menjadi bagian dari pembangunan gedung SD Muhammadiyah 1 Giri Kebomas sebagai implementasi hijrah menuju insan terbaik. Dengan cara itu, ketinggian derajat dan kemenangan hakiki akan diraih.
“Jangan pernah berhenti jadi orang baik dan terbaik. Karena itu, mari mengkonversi sebagian harta kita jadi pahala lewat infak. Dan, itulah kemuliaan dan cara merawat iman dan kebaikan kita,” pesannya.

Ketua Panitia Pembangunan, Nanang Ali Hamidi mejelaskan, gedung baru ini didesain tiga lantai dengan kapasitas total 9 ruang. Namun, pada tahap I pembangunannya, panitia akan merampungkan dua lantai dulu dengan kapasitas 4 ruang kelas dan 2 untuk kantor sekolah dan Majelis Didasmen-PNF PCM Kebomas. Sementara pada tahap II akan menyelesaikan pembangunan lantai 3 dengan tiga ruang kelas.
Tentang biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan dua lantai itu, kata Nanang, sebesar Rp 2,4 miliar. Nilai tersebut termasuk alokasi untuk pembelian meubeler dan perlengkapan kelas sebesar Rp 72,5 juta. Ditambahkan, pembangunan fisik tahap I (dua lantai) akan memakan waktu sembilan bulan, terhitung sejak Juli 2026 hingga Maret 2027.
“Untuk pengadaan meubeler dan persiapan operasional gedung, kami jadwalkan pada April-Mei 2027. Mohon doa dan bantuannya, semoga Allah melancarkan niat baik ini,” ujar Nanang penuh semangat.
Sementara Ketua PCM Kebomas, Samsul Muslimin, berharap, pembangunan kembali gedung SD Muri berimbas pada peningkatan layanan kepada peserta didik dan kualitas pendidikan sekolah ini. Karena itu, melalui panitia pembangunan yang dibentuk, pihaknya berkomitmen menjadikan SD Muri sebagai sekolah yang menjadi kebanggaan masyarakat Kebomas dan sekitarnya.
“Dengan sarana gedung baru, diharapkan proses belajar-mengajar di SD Muri akan lebih nyaman dan mampu menopang kualitas pendidikan jadi lebih baik. Pada gilirannya, kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka di sini, semakin meningkat,” pungkas Samsul. (har)






