SIDOARJO (RadarJatim.id) — Suasana di SMP Negeri 2 Krian tampak lebih semarak dan meriah dari biasanya. Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, sekolah menggelar serangkaian kegiatan menarik yang melibatkan partisipasi aktif seluruh siswa untuk menunjukkan kemampuan serta kreativitas mereka.
Kepala SMP Negeri 2 Krian, Achmad Haris, S.Pd, M.Pd.I, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme para warga sekolah dalam menyambut dan menyemarakkan peringatan Bulan Bahasa yang dilaksanakan pada 31 Oktober 2026 ini.
Berbagai cabang perlombaan digelar untuk mewadahi bakat siswa, di antaranya, Lomba Menyanyi English Song yang menguji kepiawaian siswa dalam olah vokal berbahasa Inggris.
Lomba Membuat Majalah Dinding (Mading) Tiga Bahasa yang melatih kerja sama tim dan kreativitas visual.
Lomba Kaligrafi Aksara Jawa sebagai bentuk pelestarian keindahan sastra dan budaya lokal.
Antusiasme Tinggi pada Pelatihan Mendongeng Bersama Kak Hilmi.
Puncak acara yang paling dinanti-nantikan oleh para siswa adalah sesi pelatihan mendongeng bersama pendongeng terkenal, Kak Hilmi.
“Dalam sesi ini, para siswa diajak menyelami dunia cerita dengan metode yang interaktif dan menyenangkan,” kata Achmad Haris.
Mereka belajar teknik dasar bercerita, mulai dari pengaturan ekspresi wajah, modulasi suara, hingga gerakan tubuh agar karakter dalam cerita terasa lebih hidup.
Pada kesempatan tersebut, Kak Hilmi turut membagikan motivasi penting bagi para siswa agar tidak merasa malu saat harus tampil di muka umum.
Menurutnya, kunci utama tampil percaya diri berawal dari persiapan yang matang, seperti menghafal alur cerita atau mendalami isi puisi sebelum dibacakan.
“Jangan takut untuk mencoba dan tampil di depan banyak orang. Semakin sering berlatih dan mencoba, semakin tumbuh pula rasa percaya diri kita,” pesan Kak Hilmi di hadapan para siswa.
Ia juga mengingatkan bahwa rasa percaya diri bukanlah instan, melainkan terbentuk melalui kebiasaan dan keberanian untuk terus tampil.

Achmad Haris menambahkan melalui rangkaian kegiatan Bulan Bahasa ini, para siswa SMP Negeri 2 Krian mendapatkan pemahaman baru. “Bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi tulis maupun lisan, melainkan media ekspresi untuk berkarya, bercerita, dan merawat identitas budaya,” tambahnya.
”Kami berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus diselenggarakan secara berkala,” harapnya.
“Jadi tujuan semua ini sudah jelas, yaitu melahirkan generasi muda yang berani menunjukkan bakat, memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi, serta semakin mencintai kekayaan bahasa dan budaya Indonesia,” pungkas Pak Haris_sapaan akrabnya.(mad)







