SIDOARJO (RadarJatim.id) — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh generasi muda Indonesia di kancah internasional. Dialah Aqila Darryl Rahma Raharjo siswi kelas 8E SMP Negeri 1 Sidoarjo berhasil menyabet penghargaan Honorable Mention dalam ajang Asia World Model United Nations (MUN) yang berlangsung di Korea baru-baru ini.
Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh International Global Network ini merupakan simulasi konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam forum tersebut, para peserta dari berbagai negara berperan sebagai delegasi diplomatik untuk membahas isu-isu global yang mendesak.
Mereka membawa isu AI (Artificial Intelligence) dan Perlindungan Anak. Aqila bergabung dalam dewan UNICEF Chamber 2 Council yang berlangsung dari tanggal 16 hingga 20 April 2026. Dalam simulasi ini, ia mendapatkan mandat sebagai delegasi negara Jamaika.
Ditemui di sekolahnya, Aqila_sapaan akrabnya menjelaskan kalau topik utama yang diangkat dalam komitenya adalah mengenai dampak teknologi mutakhir terhadap generasi masa depan, yakni “Pengaruh Artificial Intelligence (AI) untuk Pertumbuhan Anak”.
“Sebagai delegasi Jamaika, saya dituntut untuk merumuskan solusi dan kebijakan yang tepat dalam menyikapi perkembangan AI agar tetap aman bagi tumbuh kembang anak-anak,” jelasnya.
Perjalanan Aqila menuju Korea tidaklah mudah. Ia harus melalui tahap seleksi formulir dan esai yang ketat. “Ada sekitar 563 peserta seluruh dunia ikut seleksi di Korea, Indonesia mengirimkan delegasi terbanyak, salah satunya adalah saya,” ungkapnya senang.
Aqila mengaku motivasinya mengikuti ajang ini terinspirasi dari lingkungan keluarga dan pengalamannya sebelumnya. “Awalnya tahu dari Mama, karena ada saudara yang sering ikut acara MUN seperti ini dan selalu dapat award. Saya jadi termotivasi untuk mencoba juga,” ungkapnya pada (28/4/2026) pagi.
Sebelumnya, Aqila juga sempat mencoba peruntungan di ajang serupa di Kuala Lumpur, Malaysia, namun belum berhasil meraih penghargaan. Kegigihannya berbuah manis di Korea kali ini.

Meski merasa bangga, Aqila mengaku sempat merasa minder saat bersaing dengan siswa-siswi dari sekolah swasta internasional, mereka memiliki fasilitas dan pelatih (coach) khusus untuk debat internasional.
Ia berharap ke depannya pemerintah dan pihak sekolah negeri dapat memberikan dukungan lebih besar bagi siswa-siswi yang ingin terjun ke ajang diplomasi internasional seperti MUN.
”Harapan saya sekolah negeri bisa lebih di-support untuk ajang seperti ini, agar kita bisa bersaing lebih maksimal lagi dengan fasilitas yang memadai,” harapnya.
Kepala SMP Negeri 1 Sidoarjo Matnuri, S.Pd M.Pd tentu saja mengaku sangat bangga dengan prestasi siswanya, Aqila ini masih kelas 8, jadi untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi masih sangat terbuka. “Kami selalu support untuk anak-anak meraih prestasi, karena mengharumkan nama baik sekolah, keluarga dan bangsa. Semoga menjadi motivasi teman-teman yang lain,” ucap Abah Matnuri_sapaan akrabnya,(mad)







