SIDOARJO (RadarJatim.id) — Wisuda Angkatan Kedua Siswa SMP Nurul Fikri Sidoarjo tahun ajaran 2025/2026 tidak hanya menjadi perayaan kelulusan saja, tetapi juga jadi momentum peluncuran buku Jejak Pembelajaran Global: INSPRO 2025.
Buku tersebut hadir sebagai dokumentasi perjalanan siswa dalam mengikuti program International Sister School Program (INSPRO), yang memberikan pengalaman belajar secara langsung di tingkat internasional.
“Melalui berbagai kegiatan edukatif, kunjungan budaya, serta interaksi dengan lingkungan global, para siswa memperoleh wawasan baru yang memperluas cara pandang mereka terhadap dunia,” ungkap Kepala SMP Nufi Sidoarjo Muammal Jasin, S.S M.Pd, pada (13/6/2026) di Hotel Aston.
Jadi, lebih dari sekadar kumpulan foto dan cerita perjalanan, buku ini merekam proses tumbuhnya karakter siswa yang mandiri, percaya diri, adaptif, serta memiliki kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.
“Setiap halaman menggambarkan pengalaman nyata, yang menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mereka di luar ruang kelas,” terangnya.
Sebagai kepala sekolah sekaligus pendamping INSPRO 2025, ia menyaksikan secara langsung proses tumbuh dan berkembangnya para siswa selama mengikuti program pembelajaran global tersebut.
Lanjuntnya, INSPRO 2025 ini memiliki makna yang sangat personal bagi saya. Karena saya menyaksikan langsung bagaimana anak-anak bertumbuh selama proses ini, mereka belajar mandiri, beradaptasi, disiplin, dan lebih percaya diri dalam lingkungan baru.
Oleh karena itu, buku ini bukan sekadar dokumentasi perjalanan, tetapi jejak pembelajaran dan pertumbuhan siswa.
“Kami launching bersamaan dengan wisuda karena kami ingin menegaskan bahwa kelulusan bukan hanya tentang capaian akademik, tetapi juga tentang karakter dan pengalaman hidup yang membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih siap menghadapi masa depan,” tegas Ustad Muammal Jasin.
Sementara itu, perwakilan siswa Wisnu Barry Prayoga, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kesempatan mengikuti program INSPRO ke Malaysia dan Singapura pada November 2025 lalu.

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar kunjungan ke luar negeri, melainkan pengalaman pembelajaran yang membentuk siswa menjadi generasi berwawasan global melalui interaksi lintas budaya dan pengalaman kehidupan internasional secara langsung.
“Program tersebut memberikan banyak pengalaman baru yang membuka wawasan kami tentang dunia. Kami belajar beradaptasi, berkomunikasi dengan berbagai budaya, serta melihat secara langsung bagaimana kehidupan dan pendidikan di tingkat internasional,” ungkap Yoga.
Yoga juga menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan hasil karya kolaboratif yang ditulis oleh 24 siswa Angkatan 2 bersama para pendamping kegiatan. “Disusun sebagai dokumentasi perjalanan sekaligus refleksi pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti program,” katanya.
Prosesi peluncuran buku dilakukan secara simbolis pada acara wisuda dan disambut antusias oleh para siswa, orang tua, guru, serta tamu undangan yang hadir.(mad)







