SIDOARJO (RadarJatim.id) — Menjelang kelulusan siswa kelas XII, SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam memfasilitasi siswanya melalui gelar ‘Hai Kampus, Ayo Kerja 2026’ pada (14/4/2026) di Aula SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo.
Acara yang bertemakan ‘SMK Hebat, Kerja Cepat, Kuliah Tepat’ ini dirancang sebagai jembatan bagi para siswa untuk menentukan langkah selanjutnya, baik langsung bekerja di industri maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Dituturkan oleh Kepala SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo Ratih Wulansari, S.Si M.Pd bahwa lulusan tahun ini sebanyak 649 siswa, secara resmi akan lulus pada Mei 2026 mendatang.
Sehingga hari ini mendapatkan kesempatan emas untuk berinteraksi langsung dengan mitra pendidikan dan industri. Tercatat sebanyak 16 kampus ternama dan 13 mitra industri (Iduka) berpartisipasi dalam gelar ‘Hai Kampus, Ayo Kerja 2026’.
Menariknya, dari 13 industri yang hadir, 9 di antaranya langsung menggelar walk-in interview di lokasi. “Hal ini memberikan peluang bagi siswa untuk mendapatkan pekerjaan, bahkan sebelum ijazah resmi mereka diterima,” tutur Bu Ratih_sapaan akrabnya.
Pantauan di lokasi, ada beberapa mitra industri besar turut membuka lowongan secara masif. PT Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), telah mengumumkan kebutuhan rekrutmen hingga 150 pegawai untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.
Selain itu, mitra setia seperti Atada Care juga kembali berpartisipasi dengan memberikan kuota rekrutmen sebanyak 10 siswa SMK Sepuluh Nopember. “Sinergi ini diharapkan mampu mewujudkan visi sekolah, yakni ‘Kerja Cepat dan Kuliah Tepat’,” tegas Ratih Wulansari.
Ia terangkan, kegiatan ini ada kesesuaian kompetensi (Link and Match) dengan konsentrasi keahlian yang ada di SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo. Mulai dari layanan penunjang keperawatan, Lab Medik, Farmasi Industri, Manajemen Perkantoran, Perbankan Syariah dan Kefarmasian Klinis dan Komunitas.
Harapannya, para calon alumni bisa memilih kuliah atau lowongan kerja yang relevan dengan jurusannya. “Sehingga saat masuk ke industri, mereka tidak kesulitan beradaptasi, karena sudah memiliki basis yang kuat saat di sekolah,” harapnya.

“Hai Kampus, Ayo Kerja 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi di Sidoarjo terus berupaya menekan angka pengangguran, dengan mempersiapkan mental dan aksesibilitas siswa terhadap dunia kerja sejak dini,” tegas Bu Ratih.
Sementara itu, Kabid Penta Disnasker Sidoarjo Yulita Indah Prasetiari, SE M.AP juga menjelaskan kalau angka pengangguran di wilayah Sidoarjo terjadi penurunan yang signifikan.
Ia terangkan, tingkat pengangguran 2025 berada di angka 5,75 persen. Angka ini sebenarnya telah mengalami penurunan yang signifikan dari tahun 2024 yang mencapai 6,49 persen. “Penurunan lebih dari 1 persen dalam setahun merupakan pencapaian yang positif bagi daerah,” terangnya.
“Namun, ironisnya, meski menurun, Sidoarjo masih menempati peringkat pertama dengan tingkat pengangguran tertinggi di Provinsi Jawa Timur selama tiga tahun berturut-turut,” ungkap Yulita.(mad)







