• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Artikel dan Opini

Spirit Bunda Puspa: Menembus Batas Kemiskinan dan Stunting

by Radar Jatim
9 Juni 2026
in Artikel dan Opini
0
Ijtihad Keadilan Pembangunan Manusia Gresik

Abdullah Sidiq Notonegoro

6
VIEWS

Oleh Abdullah Sidiq Notonegoro

Kemiskinan dan stunting merupakan dua persoalan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Keduanya membentuk lingkaran persoalan yang saling berkaitan, di mana keterbatasan ekonomi sering berujung pada rendahnya kualitas pemenuhan gizi keluarga. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi penopang pembangunan daerah pada masa depan.

Di tengah tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menghadirkan sebuah pendekatan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan melalui Program Bunda Puspa (Bantuan untuk Pemberdayaan Perempuan Usaha dan Pendidikan Anak). Program ini tidak sekadar hadir sebagai instrumen bantuan sosial, melainkan sebagai strategi pembangunan yang menempatkan perempuan sebagai subjek utama perubahan sosial dan ekonomi.

Spirit yang dibangun melalui Bunda Puspa berangkat dari keyakinan sederhana namun sangat mendasar: ketika seorang ibu memiliki daya, maka keluarga akan kuat; ketika keluarga kuat, desa akan tumbuh; dan ketika desa tumbuh, daerah akan bergerak menuju kesejahteraan yang lebih merata. Perspektif inilah yang membedakan Bunda Puspa dari pendekatan-pendekatan konvensional yang selama ini lebih menitikberatkan pada bantuan jangka pendek.

Dalam program ini, perempuan tidak lagi diposisikan sebagai kelompok yang hanya menerima manfaat pembangunan. Mereka justru diberi ruang untuk menjadi pelaku utama pembangunan itu sendiri. Melalui pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, penguatan kapasitas keluarga, hingga bantuan modal usaha produktif, para perempuan di tingkat akar rumput didorong untuk membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Pada perspektif yang lebih luas, semangat pemberdayaan perempuan yang menjadi ruh Program Bunda Puspa juga memperoleh penguatan dari berbagai elemen pembangunan daerah. Saat pengukuhan Forum Puspa Pinatih Kabupaten Gresik periode 2025–2029 berdasarkan Surat Keputusan Bupati Gresik, Ketua TP PKK Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini Ali, menegaskan, bahwa perempuan harus memiliki keberanian untuk mengambil peran dan menciptakan perubahan di lingkungannya. Menurutnya, perempuan tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, melainkan harus hadir sebagai penggerak yang mampu membuka peluang bagi keluarga dan masyarakat. 

Kolaborasi yang dibangun antara Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA), pemerintah desa, kader PKK, serta para pendamping lapangan menjadi fondasi penting yang menjaga keberlangsungan program. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan sosial tidak dapat dijalankan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan banyak pihak dengan tujuan yang sama.

Lebih dari itu, pemberdayaan perempuan melalui Bunda Puspa menghadirkan efek berantai yang sangat signifikan. Berbagai studi menunjukkan bahwa pendapatan yang dikelola perempuan cenderung kembali digunakan untuk kebutuhan keluarga, terutama pendidikan dan kesehatan anak. Karena itu, ketika seorang ibu memperoleh tambahan penghasilan dari usaha produktif yang dijalankan, manfaatnya tidak berhenti pada peningkatan ekonomi rumah tangga semata, melainkan juga berdampak langsung pada kualitas hidup generasi berikutnya.

Di titik inilah hubungan antara pemberdayaan perempuan dan penurunan stunting menjadi semakin jelas. Pendapatan yang meningkat memungkinkan keluarga menyediakan makanan bergizi, memenuhi kebutuhan kesehatan anak, serta menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang lebih baik. Dengan kata lain, Bunda Puspa tidak hanya membangun ekonomi keluarga, tetapi juga menyiapkan fondasi bagi lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.

Mengurai Persoalan dari Akarnya

Sebagai salah satu pusat industri terbesar di Jawa Timur, Kabupaten Gresik memiliki dinamika pembangunan yang unik. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selalu berjalan beriringan dengan pemerataan kesejahteraan. Di balik kemajuan sektor industri, masih terdapat sejumlah wilayah yang menghadapi tantangan kemiskinan dan stunting.

Realitas tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak cukup diukur melalui angka investasi atau pertumbuhan ekonomi semata. Pembangunan harus mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini berada di lapisan paling bawah, termasuk perempuan dan anak-anak yang rentan terhadap berbagai persoalan sosial.

Berdasarkan berbagai pemetaan dan evaluasi sosial yang dilakukan pemerintah daerah, salah satu persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat adalah terbatasnya akses ekonomi bagi perempuan. Banyak perempuan memiliki keterampilan dan potensi usaha yang memadai, namun tidak memiliki akses terhadap permodalan, jaringan pemasaran, maupun literasi pengelolaan usaha yang memadai.

Di sisi lain, stunting masih menjadi tantangan yang membutuhkan penanganan secara komprehensif. Upaya menurunkan angka stunting tidak cukup dilakukan melalui pemberian makanan tambahan atau intervensi kesehatan sesaat. Yang lebih penting adalah memastikan keluarga memiliki kemampuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan gizi secara berkelanjutan.

Persoalan tersebut semakin kompleks mengingat karakteristik geografis Kabupaten Gresik yang beragam. Wilayah ini mencakup kawasan perkotaan, sentra industri, wilayah pertanian, kawasan pesisir, hingga daerah kepulauan. Setiap wilayah memiliki tantangan sosial dan ekonomi yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang adaptif.

Dalam konteks itulah para Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Bunda Puspa dituntut bekerja lebih dekat dengan masyarakat. Mereka tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi pendamping yang membantu keluarga penerima manfaat menemukan solusi atas persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

Tantangan terbesar bukan sekadar memberikan bantuan modal usaha, melainkan mengubah pola pikir masyarakat menuju kemandirian. Proses tersebut membutuhkan waktu, kesabaran, dan konsistensi. Para pendamping harus memastikan bahwa peningkatan pendapatan benar-benar berkontribusi terhadap perbaikan kualitas hidup keluarga, khususnya dalam pemenuhan gizi anak dan penguatan ketahanan keluarga.

Peluang Besar Menuju Gresik yang Inklusif

Meski menghadapi berbagai tantangan, Program Bunda Puspa menyimpan peluang besar bagi pembangunan sosial Kabupaten Gresik. Salah satu indikator yang menunjukkan optimisme tersebut adalah perluasan cakupan program hingga menjangkau 80 desa di delapan kecamatan.

Secara kuantitatif, capaian tersebut menunjukkan akselerasi yang cukup signifikan. Jika selama periode 2022–2025 Program Bunda Puspa baru menjangkau 24 desa, maka pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan lompatan kebijakan dengan memperluas cakupan hingga 80 desa yang tersebar di delapan kecamatan. Artinya, terjadi peningkatan jangkauan sebesar 233,3 persen atau lebih dari tiga kali lipat dibandingkan capaian empat tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa Bunda Puspa tidak lagi diposisikan sebagai program percontohan semata, melainkan telah berkembang menjadi instrumen strategis pembangunan sosial yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, serta penguatan kapasitas perempuan di tingkat akar rumput. 

Perluasan ini bukan sekadar penambahan wilayah sasaran, melainkan cerminan bahwa pendekatan pemberdayaan perempuan yang dijalankan memperoleh respons positif dari masyarakat. Keberhasilan di sejumlah desa menjadi bukti bahwa ketika perempuan diberikan kesempatan dan dukungan yang memadai, mereka mampu menjadi agen perubahan yang efektif.

Komitmen pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan program. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, secara konsisten menempatkan peningkatan kualitas keluarga dan kesetaraan gender sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah. Komitmen tersebut kemudian diterjemahkan oleh seluruh perangkat daerah melalui berbagai program yang saling terintegrasi.

Dalam kegiatan pembekalan Tim Pelaksana Kegiatan di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menegaskan bahwa Program Bunda Puspa merupakan instrumen penting dalam mendukung pengentasan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Bunda Puspa bukan program pelengkap, melainkan bagian dari strategi pembangunan daerah yang memiliki posisi strategis. Program ini dirancang secara komprehensif dengan menggabungkan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi dalam satu kerangka yang saling mendukung.

Pada aspek kapasitas, para peserta memperoleh pembelajaran mengenai pengasuhan anak, pemenuhan gizi keluarga, perlindungan perempuan dan anak, kesetaraan gender, serta ketahanan keluarga. Sementara pada aspek ekonomi, mereka mendapatkan pelatihan usaha, bantuan modal, hingga pendampingan pemasaran sesuai potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

Pendekatan yang holistik tersebut menjadi modal penting untuk menciptakan kemandirian yang berkelanjutan. Keberhasilan program tidak diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, melainkan dari kemampuan masyarakat untuk tumbuh dan berkembang secara mandiri setelah memperoleh pendampingan.

Apabila proses ini terus berjalan secara konsisten, maka dampaknya akan sangat luas. Selain membantu menurunkan angka kemiskinan dan stunting, program ini juga berpotensi meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kabupaten Gresik. Pada akhirnya, pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Gotong Royong Mewujudkan Keadilan Sosial

Program Bunda Puspa memberikan pelajaran penting bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari keluarga. Ketika perempuan diberi kesempatan untuk berkembang, maka manfaatnya akan dirasakan oleh anak-anak, keluarga, dan lingkungan sekitarnya.

Karena itu, pemberdayaan perempuan tidak boleh lagi dipandang sebagai isu sektoral yang berdiri sendiri. Ia merupakan strategi pembangunan yang terbukti mampu menyentuh berbagai persoalan sekaligus, mulai dari kemiskinan, stunting, pendidikan anak, hingga ketahanan keluarga.

Keberhasilan perluasan Program Bunda Puspa ke puluhan desa tentu tidak dapat bergantung pada pemerintah semata. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, organisasi kemasyarakatan, kader pemberdayaan, dan masyarakat itu sendiri.

Dengan fondasi data yang akurat, kepemimpinan daerah yang memiliki keberpihakan kepada masyarakat rentan, serta semangat gotong royong yang terus terjaga, Kabupaten Gresik memiliki peluang besar untuk mempercepat terwujudnya pembangunan yang inklusif.

Perluasan Program Bunda Puspa sejatinya tidak hanya dapat dibaca sebagai penambahan jumlah desa sasaran. Di balik angka tersebut terdapat perubahan paradigma pembangunan yang semakin menempatkan perempuan sebagai aktor utama pembangunan sosial. Ketika intervensi pembangunan mampu menjangkau keluarga-keluarga rentan melalui tangan para ibu, maka dampaknya akan menjalar pada banyak sektor sekaligus, mulai dari peningkatan pendapatan rumah tangga, kualitas pendidikan anak, pemenuhan gizi keluarga, hingga penguatan ketahanan sosial desa. Dalam konteks inilah Bunda Puspa menjadi contoh bagaimana kebijakan publik dapat bekerja secara lebih efektif ketika bertumpu pada pemberdayaan masyarakat dari tingkat paling dasar, yakni keluarga. 

Pada akhirnya, Bunda Puspa bukan hanya tentang bantuan modal atau pelatihan usaha. Program ini adalah ikhtiar kolektif untuk menghadirkan keadilan sosial dari tingkat keluarga. Dari tangan-tangan para ibu di desa, harapan tentang generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan bebas stunting sedang ditumbuhkan. Dari rahim kesejahteraan yang bernama perempuan, masa depan Gresik yang lebih maju dan berdaya sedang dipersiapkan. {*}

*) Abdullah Sidiq Notonegoro, Pengajar di Universitas Muhamadiyah Gresik (UMG), Ketua PADMA Indonesia

Tags: BatasKemiskinanBunda Puspapemkab gresik

Related Posts

Tekan Kemiskinan dan Stunting, Pemkab Gresik Perluas Jangkauan Bunda Puspa ke 80 Desa

Tekan Kemiskinan dan Stunting, Pemkab Gresik Perluas Jangkauan Bunda Puspa ke 80 Desa

by Radar Jatim
2 Juni 2026
0

GRESIK (RadarJatim.id) -- Pemerintah Kabupaten...

Pemkab Gresik Berkomitmen Perbaiki Jalan Poros Desa, DPRD Ingatkan Prioritas karena Terbatasnya Anggaran

Pemkab Gresik Berkomitmen Perbaiki Jalan Poros Desa, DPRD Ingatkan Prioritas karena Terbatasnya Anggaran

by Radar Jatim
2 Juni 2026
0

GRESIK (RadarJatim.id) -- Pemerintah Kabupaten...

Menjaga Substansi Penghargaan JDIH Gresik 

Menjaga Substansi Penghargaan JDIH Gresik 

by Radar Jatim
23 Mei 2026
0

Oleh Abdullah Sidiq Notonegoro Ketika...

Load More
Next Post
PT Pegadaian Raih Best Company to Work For in Asia 2026, Kanwil XII Dukung Transformasi SDM

PT Pegadaian Raih Best Company to Work For in Asia 2026, Kanwil XII Dukung Transformasi SDM

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus yang Tak Lagi Dihuni Intelek: Mengapa Dosen Mencari Eksistensi Diri di Luar Kampus?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • Transportasi
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In