SIDOARJO (RadarJatim.id) — SMA Negeri 1 Wonoayu yang telah memasuki usianya ke 23 tahun diharapkan semakin dewasa, dan semakin melejit prestasi. Harapan tersebut ditegaskan Kepala SMA Negeri 1 Wonoayu, Dr. Ririn Faridah, M.Pd dalam gelar Pensi puncak Dies Natalis ke 23, pada (3/2/2026) siang.
SMA Negeri 1 Wonoayu Semoga semakin bertambah dewasa, semakin mempunyai prestasi yang melejit, semua anak-anak juga semakin sukses.”Jika anak-anak di usianya nanti 23 tahun berarti sudah siap berkarir siap menjemput kesuksesannya,” doa Bu Ririn_sapaan akrabnya.
Ia tuturkan, kalau kegiatan pada puncak Dies Natalis ke 23 ini dari oleh dan untuk anak-anak sendiri, dengan kegiatan gelar Pensi ini bisa memberikan pembelajaran kepada anak-anak secara langsung.

Karena pengalaman dalam pembelajaran anak-anak bisa mengalami, merasakan secara langsung secara konstektual dengan bimbingan bapak ibu guru semua. “Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada anak anak, khususnya yang tergabung dalam panitia Pensi Dies Natalis ke 23,” ucapnya.
Adapun rangkiannya sudah dimulai sejak bulan Desember 2025, dengan kegiatan SMANIWA Cup, yang menggelar lomba, untuk mempertandingkan olahraga Futsal, Bola Volly, Bola Basket, Mobil Legend dan Pickle Ball dengan peserta anak-anak perwakilan tim SMP MTs baik negeri maupun swasta.
“Termasuk ada juga Lomba Sains dan Tahfidz. Apresiasi luar biasa untuk anak-anak OSIS MPK,” tegas Bu Ririn.
Sementara itu puncak Dies Natalis ke 23 pada pagi hari diawali dengan senam dan Fun Run 2,5K, lanjut gelar Pensi dari dan untuk siswa semuar, terus Tari Wanakirana yang diperankan oleh para guru dan siswa ekstra tari, musikalisasi puisi juga seni tradisional Ludruk yang diperankan siswa cukup menarik perhatian pengunjung.
Ada juga menyanyi bersama ‘Rumah Kita’ lanjut Pemukulan Gong dan Pemotongan Tumpeng oleh Kepala Sekolah, menyanyi bersama ‘Laskar Pelangi’ dan ditutup dengan bintang tamu ‘UTOPIA’.
Acara juga dilengkapi dengan bazar makanan dan minuman yang disediakan bagi seluruh siswa, dan di tempatkan sebelah kanan dan kiri tenda pononton, tepat di halaman sekolah.
Waluyo, S.Pd M.Pd salah satu guru senior, atau guru yang sejak awal mengajar mengungkapkan kalau berdirinya tepat di tanggal 31 Januari 2003, berdirinya SMA Negeri 1 Wonoayu ini bersamaan dengan Hari Jadi Sidoarjo.
Menurut sejarah berdirinya SMA Negeri 1 Wonoayu sebagai sekolah unggulan di Sidoarjo yang di bawah pantauan Bupati Sidoarjo, karena waktu itu Sidoarjo barat termasuk Wonoayu diwacanakan akan dijadikan Kabupaten.
“Sedangkan yang tengah Sidoarjo jadi wali kota. Bupatinya masih Pak Drs. Win Hendrarso, M.Si, beliau yang menandatangi prasastinya,” kenang Pak Wal_sapaan akrabnya.
Lanjutnya, siswanya tidak hanya dari Sidoarjo, tetapi juga dari Surabaya dan juga dari Gresik, bahkan anak-anak asli Wonoayu juga sangat jarang sekali, waktu itu masih empat kelas.
“Kalau dibanding sekarang sebanyak 30 kelas/Rombel dan siswanya sudah lebih dari seribu, banyak dari warga Wonoayu sendiri,” katanya.

“Sekarang kondisinya sudah baik, Sarpras sudah membaik, begitu juga prestasi anak dan guru juga sudah mencapai level nasional bahkan ada anak-anak hingga tingkat Internasional,” terang Pak Wal.
Menurutnya, proses capaian prestasi di SMA Negeri 1 Wonoayu ini dikembangkan secara keselarasan akademik dan non akademik. Apapun bakat siswa, baik sains, teknologi, termasuk untuk menembus ke perguruan tinggi, bahkan tahun kemarin presentasi Eligible yang diterima PTN jalur SNBP lebih banyak.
“Kondisi itu tetap kita perjuangkan kedepan, karena sudah banyak anak-anak yang sudah menembus perguruan tinggi favorit,” pungkas Pak Wal.(mad)







