• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Selasa, 20 Januari 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Pemerintahan

Wow… Kemiskinan di Gresik Capai 12,42%, DTKS Bisa Jadi Solusi Efektif

by Radar Jatim
20 September 2022
in Pemerintahan, Sosial
0
Wow… Kemiskinan di Gresik Capai 12,42%, DTKS Bisa Jadi Solusi Efektif

Bu Min saat menyampaikan solusi upaya pengentasan kemiskinan di Gresik. (ist)

205
VIEWS

GRESIK (RadarJatim.id) — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik mencatat, 12,42% atau sekitar 166 ribu warga Gresik masih terkategori sebagai warga kurang mampu. Hal tersebut mendorong Dinsos dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Gresik untuk mengejar upaya dalam pengentasan kemiskinan lewat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Data DTKS ini nantinya akan jadi rujukan one data kemiskinan dalam pemberian berbagai macam bantuan. Di antaranya, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH) Reguler, BPNT, dan PKH, PKH Plus, dan PKH Inklusif.

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi (Rakor) Pemadanan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang digelar di Kecamatan Tambak, Senin (19/9/2022) dan Kecamatan Sangkapura, Selasa (20/9/2022).

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, terlihat ambil bagian dalam memberikan pemahaman masyarakat terkait DTKS. Tak hanya Wabup, agenda kali ini diikuti juga oleh Kepala Dinsos Gresik Ummi Khoiroh, Kepala Dinas PMD Abu Hasan, Camat Tambak Muhammad Nur Syamsi, Camat Sangkapura Syamsul Arifin, serta para kepala desa dan warga sekitar.

Kepala Dinas Sosial Ummi Khoiroh mengatakan, DTKS merupakan perpanjangan tangan dari salah satu program prioritas (Nawa Karsa) Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam pengentasan kemiskinan lewat berbagai macam bantuan. 

“Adanya isu strategis luar biasa yang berusaha diselesaikan Pemkab Gresik yaitu program prioritas pengentasan kemiskinan di Gresik,” ujar Ummi.

Ia mentargetkan, dengan pembaruan data DTKS, dapat menurunkan angka kemiskinan di Gresik, dari 12,42% menjadi 10,7% pada 2023. Ini juga sebagai cita-cita bersama pengentasan kemiskinan di daerah Kabupaten Gresik, khususnya di Kecamatan Tambak dan Sangkapura.

“Insya Allah tahun 2023 depan akan kita turunkan 1 digit menjadi sekitar 10%,” tambahnya.

Ia juga tuturkan akan segera memberikan bansos PKH Inklusif, yang nantinya akan berfokus pada penyandang disabilitas dan para lansia 60 tahun ke atas yang belum pernah mendapatkan Bansos.

“PKH Inklusif ini nanti akan berfokus pada para penyandang disabilitas dan lansia yang belum pernah mendapat Bansos apa pun,” tuturnya.

Kepala Dinas PMD Abu Hasan menekankan agar para kepala desa terus menjadi kreatif dan adaptif dalam perkembangan zaman. Menurutdia, desa akan menjadi sebuah basis dalam pembentukan perekonomian dan pembangunan Kabupaten Gresik ke depannya. 

“Saya berharap hubungan baik antara RT dan RW terjalin dengan baik, karena motor penggerak Gresik ini dimulai dari desa-desa,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang kerap disapa Bu Min ini menyampaikan, tujuan awal dari pendataan yang dilakukan adalah sebagai upaya dalam pemerataan kesejahteraan sosial agar tepat sasaran.

“Ini karena semangat kita adalah ingin adanya keadilan dan kesejahteraan di desanya bapak kepala desa semua, supaya apabila ada bantuan dapat diberikan sesuai sasaran,” katanya.

Dari data Dinsos saat ini, DTKS Kecamatan Tambak yang valid sebanyak 16.503, sedangkan Sangkapura 29.168 orang. Jumlah ini menurut masyarakat setempat masih ada yang tidak tepat sasaran karena adanya data ganda. Karena itu, Bu Min mengimbau untuk bekerja sama dengan Karang Taruna, Fatayat, Muslimat setempat untuk pengawalan data, agar data yang masuk dalam Dinsos benar dan tidak terjadi data ganda.

“Nah, ini tinggal operator yang perlu diawasi dan didampingi oleh semua pihak agar tidak salah dalam memasukkan data, karena validasi hanya bisa dilakukan dari desa, kalau sudah masuk pusat tidak mudah dirubah lagi,” ucap Bu Min.

Ia juga mengingatkan, bahwa data DTKS harus sering diperbaharui. Hal ini mengacu pada kondisi tiap orang yang menurutnya pasti ada perubahan paling tidak sebulan sekali. 

“Data ini wajib di-update setiap bulan sekali, jangan 3 bulan sekali, karena orang itu tiap bulan berubah,” tandasnya.

Selain itu, Bu Min juga menekankan untuk mengembangkan BUMDes setempat. Menurutnya, banyak potensi yang belum digali dan bisa dikembangkan. Salah satunya, kuliner dan wisata alam. (sto)

Tags: 12.42%Data TerpaduDinas SosialgresikKemiskinanKesejahteraan Sosial

Related Posts

Lindungi Anak Migran, Bupati Gresik Berikan Dokumen Asal Usul dan Adminduk Anak Pekerja Migran

Lindungi Anak Migran, Bupati Gresik Berikan Dokumen Asal Usul dan Adminduk Anak Pekerja Migran

by Radar Jatim
13 Januari 2026
0

GRESIK (RadarJatim.id) -- Bupati Gresik,...

Tangani Lansia Terlantar, Dinsos Kediri Perkuat Kemitraan dengan Rumah Lansia GusDurian

Tangani Lansia Terlantar, Dinsos Kediri Perkuat Kemitraan dengan Rumah Lansia GusDurian

by Radar Jatim
27 Desember 2025
0

KEDIRI (RadarJatim.id) -- Pemerintah Kabupaten...

Tahun Depan, STAI Diharapkan Jadi IAI Ihyaul Ulum Gresik

Tahun Depan, STAI Diharapkan Jadi IAI Ihyaul Ulum Gresik

by Radar Jatim
21 Desember 2025
0

GRESIK (RadarJatim.id) -- Koordinator Kopertais...

Load More
Next Post
Molor, Pembangunan KIHT Pamekasan Terancam Gagal Digunakan pada 2022

Molor, Pembangunan KIHT Pamekasan Terancam Gagal Digunakan pada 2022

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus yang Tak Lagi Dihuni Intelek: Mengapa Dosen Mencari Eksistensi Diri di Luar Kampus?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In