GRESIK (RadarJatim.id) — Sebanyak 32 anak dari beberapa desa/kelurahan di Gresik mengikuti khitan bersama yang digelar di Masjid Baitussalam, Jl. Wahidin Sudirohusodo, Gresik, Minggu (13/9/2026). Menariknya, di antara peserta khitan tersebut, terdapat enam anak jalanan (anjal) yang sehari-hari mangkal di kompleks Terminal Gubernur Suryo, Gresik.
Khitan bersama itu berlangsung atas kerja sama Takmir Masjid Baitussalam Kelurahan/Kecamatan Kebomas dengan UPZ PLN UP Gresik, Lazis PLN, serta Nurul Hayat. Setelah melalui proses administrasi dan verifikasi, tercatat 32 anak, termasuk 6 anjal Terminal Gubernur Suryo mengikuti khitan massal ini.
Pembimbing Anjal Terminal Gubernur Suryo, Ustadzah Iin Budiarti, mengaku, sebenarnya sejak liburan sekolah, pihaknya disambati binaannya yang rata-rata pengamen, pengemis, dan pedagang asongan itu untuk bisa khitan. Namun, untuk merealisasikan, terbentur anggaran. Akhirnya, anjal binaannya bisa mengikuti khitan bersama secara gratis di Masjid Baitussalam Kebomas.
“Bagi kami, suatu kebahagiaan tersendiri bisa membantu meringankan beban orang tua binaan, terkait khitan yang biayanya bisa mencapai 1 juta rupiah bahkan lebih. Apalagi, mereka masih menerima bingkisan berupa kaos, alat sekolah dan tas, serta pengobatan hingga sembuh,” kata Iin.
Sementara Kepala Cabang Nurul Hayat Gresik, Solikhul Amin, mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan UPZ PLN NP UP Gresik dan Takmir Masjid Baiturrahman bisa menyelenggarakan khitan massal dan gratis, serta mendapatkan uang saku, serta seperangkat alat sekolah.
“Ini sebuah langkah untuk membantu warga masyarakat yang kesulitan mengkhitankan puteranya terkait biaya. Dan, kami hanya menyalurkan para muzakki serta dermawan untuk mewujudkan keinginan thoharoh atau bersuci bagi anak anak,” ungkap Amin. (sha)








