GRESIK (RadarJatim.id) — Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso, didampingi Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, meresmikan revitalisasi Pasar Tematik Industri Sidayu di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Jumat (10/4/2206). Revitalisasi ini bertujuan meningkatkan kenyamanan bertransaksi dan mendorong perekonomian lokal.
Pasar Tematik Industri Sidayu ini menampung 538 stan dan pedagang. Adapun komoditas yang dijual di antaranya: barang kebutuhan pokok, sayuran, jajanan pasar, pakaian, sepatu, tas, dan peralatan rumah tangga. Peresmian pasar ini diharapkan memperkuat tata kelola pasar tradisional agar lebih bersih dan modern.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, kebersihan pasar menjadi faktor penting agar pasar rakyat tetap menjadi pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, kondisi pasar yang bersih juga dapat mendorong aktivitas ekonomi dan wisata kuliner di kawasan pasar.
Dikatakan, pemerintah menggencarkan Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nasional (Gernas Mapan). Hal itu dilakukan untuk menciptakan pasar rakyat yang bersih dan sehat guna meningkatkan kenyamanan, serta menarik minat warga untuk berbelanja di pasar tradisional. Gerakan ini melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian Lingkungan Hidup, Polri, dan pemerintah daerah.
“Kita ada namanya Gernas Mapan, Gerakan Nasional untuk Membersihkan Pasar Nasional. Jadi kita ingin pasar-pasar tradisional itu harus bersih, tidak becek, tidak bau,” harapnya
Mendag Budi Santoso juga mengajak masyarakat untuk mendukung Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nasional (Gernas Mapan). Gerakan ini dirancang untuk mengubah wajah pasar tradisional di seluruh Indonesia, dimulai dari perilaku pedagang hingga pemenuhan sarana kebersihan.
“Peningkatan kebersihan pasar tidak hanya berdampak pada kesehatan lingkungan. Tetapi juga berpotensi meningkatkan jumlah pengunjung dan aktivitas perdagangan di pasar tradisional,” tutur mendag Budi.
Mendag Budi Santoso, juga mendorong agar pasar rakyat mulai beradaptasi dengan ekosistem digital. Ia menjelaskan, bahwa di era digital, pedagang pasar harus mulai belajar berjualan secara daring (online) untuk menjangkau konsumen yang memilih berbelanja dari rumah. Perpaduan antara pembeli yang datang langsung dan pembeli daring akan meningkatkan pendapatan pedagang.
“Pasar ini memiliki unsur cagar budaya dan potensi wisata kuliner. Syarat utamanya adalah harus bersih dan tidak bau. Kita ajarkan pasar rakyat untuk berjualan online agar bisa bersaing dan mengikuti perkembangan teknologi yang ada,” harapnya.
Di tempat sama, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menambahkan, pasar Tematik Industri Sidayu menjadi pusat perekonomian di wilayah Gresik Utara yang terdiri atas Kecamatan Sidayu, Panceng, Ujungpangkah, Dukun, dan Bungah.
“Revitalisasi pasar ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemendag Tahun Anggaran (TA) 2025 senilai Rp 30 miliar,” ujarnya.
Bupati Yani menjelaskan, revitalisasi ini menghadirkan fasilitas baru yang sebelumnya belum ada, seperti ruang terbuka hijau yang memberikan kenyamanan dan kesejukan. Selain itu, ada lokasi khusus yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang pameran dan kegiatan masyarakat.
“Saya berharap, dengan bangunan yang lebih representatif ini pedagang dan pembeli bisa lebih nyaman dalam melakukan transaksi. Revitalisasi tersebut diharapkan, menjadi ikon baru perekonomian Gresik, dan mendukung keberlanjutan UMKM sekaligus memperkuat peran pasar di era digital,” katanya.
Hadir dalam peresmian pasar ini, di antaranya Wakil Bupati Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kapolres AKBP Ramadhan Nasution, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik. (sto)







