• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Selasa, 14 April 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Artikel dan Opini

Humaniora Digital: Merajut Warisan Budaya di Kanvas Teknologi

by Radar Jatim
14 April 2026
in Artikel dan Opini, Literasi
0
Humaniora Digital: Merajut Warisan Budaya di Kanvas Teknologi
75
VIEWS

Oleh Much. Khoiri

Judul: Humaniora Digital
Editor: Novi Anoegrajekti, dkk.

Penerbit: Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)
Tahun Terbit: 2025
Tebal: 928 halaman
ISBN: 978-623-96300-2-7

Di era ketika algoritma menentukan berita yang kita baca dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai menulis puisi, cerpen, atau ungkapan filosofis, muncullah pertanyaan eksistensial yang menggelitik: apa yang tersisa dari humaniora? Bukankah sastra, sejarah, dan falsafah adalah produk perenungan manusia yang paling dalam, yang seharusnya steril dari hiruk-pikuk logika mesin?

Seberapa penting akal budi manusia dalam dunia kreatif saat kecerdasan buatan semakin cerdas dan bahkan mampu menghumanisasi produk-produk kulturalnya sendiri? Seberapa kuat manusia bertahan dalam kamuflase integritas dan kemunafikan di dunia kreatif yang telah didistorsi oleh sebagian manusia?

Buku Humaniora Digital hadir untuk menjawab pertanyaan krusial ini secara komprehensif. Kumpulan pemikiran dari puluhan pakar lintas Indonesia ini bukan sekadar buku teks, melainkan sebuah manifesto yang berani menyatakan bahwa teknologi bukanlah ancaman bagi nilai-nilai kemanusiaan, melainkan kanvas baru untuk melukiskannya.

Sekilas Buku Ini

Buku Humaniora Digital merupakan bunga rampai yang menyajikan 42 artikel hasil riset dari para profesor, pendidik, dan peneliti di seluruh Nusantara (hlm. xxvi). Disunting oleh enam pakar sastra —Novi Anoegrajekti, Ilza Mayuni, Miftahulkhairah Anwar, Sudartomo Macaryus, Djoko Saryono, dan I Nyoman Darma Putra— buku ini diawali dengan puisi Berlari di Abad Digitalisasi karya Djoko Saryono dan ditutup dengan epilog dari Samsudin Adlawi.

Prolog Martin Suryajaya (hlm. xxxix–lxv) memaparkan akar masalah kajian sastra di era digital: antara 2014–2023 terdapat 9.259 artikel jurnal yang bermuatan kata ‘sastra’ (hlm. lv), sementara data ISBN menunjukkan sekitar 19.328 buku sastra terbit per tahun (hlm. xlii–xliii). Banjir informasi ini menuntut metode baru seperti distant reading (pembacaan jauh), yang hanya mungkin dilakukan dengan bantuan komputer.

Buku ini terbagi ke dalam empat subtema utama: Pertama, “Literasi dan Transformasi Digital” (hlm. 1–184). Yang menonjol dari subtema ini adalah mengupas pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran: pembelajaran bahasa Arab online (Aceng Rahmat dkk., hlm. 3–20), penggunaan ChatGPT dalam pengajaran sastra (Esti Ismawati, hlm. 166–184), serta inovasi aplikasi permainan tradisional Dakon berbasis VR sebagai local game wisdom diplomacy di Yale University (Kundharu Saddhono, hlm. 70–87).

Kedua, “Ekosistem Sastra dan Media Digital” (hlm. 209–482). Gagasan menonjol di bagian subtema ini adalah tentang menyelami habitat baru sastra: sastra gaming yang digemari milenial (Anas Ahmadi, hlm. 243–251), transformasi sastra transendental ke platform digital (Ali Imron Al-Ma’ruf, hlm. 211–242), serta metamorfosis tembang Bali dari ritual sakral ke dunia digital (I Nyoman Darma Putra, hlm. 328–354).

Ketiga, “Seni Tradisi dan Digitalisasi” (hlm. 483–610), yang gagasan besarnya adalah menyoroti upaya pelestarian: metode nyantrik dalam pewarisan tari Gandrung di Banyuwangi (Novi Anoegrajekti dkk., hlm. 485–520), kritik terhadap fenomena “masyarakat digital semu” (Aprinus Salam & Marisa Santi Dewi, hlm. 521–534), serta digitalisasi folklor Sentani, Papua, melalui YouTube dan podcast (Wigati Yektiningtyas dkk., hlm. 417–433).

Keempat, “Manuskrip dan Industri Kreatif Era Digital” (hlm. 741–860), yang dengan gamblang membuka potensi ekonomi digitalisasi: pemanfaatan media sosial untuk dakwah Islam kontemporer (Mundi Rahayu, hlm. 743–756) dan penggalian filosofi Batik Lasem sebagai inspirasi karya digital (Nanang Rizali dkk., hlm. 757–768).

Artikel-artikel yang tidak disebutkan pada setiap bagian bukannya tidak penting, melainkan justru mendukung gagasan-gagasan utamanya. Dengan demikian, setiap artikel menjalankan perannya masing-masing untuk saling merajut dan saling menguatkan.

Analisis Mendalam

Perlu dicatat, kekuatan utama buku ini terletak pada pendekatannya yang dialektis. Ia tidak serta-merta merayakan teknologi sebagai solusi, juga tidak latah meratapinya sebagai malapetaka. Sebaliknya, buku ini dengan cermat membedah “pisau bermata dua” dari digitalisasi. Hal ini secara eksplisit disebutkan dalam Catatan Editor: “produk sebagai alat senantiasa seperti pisau bermata dua. Di satu sisi berpotensi untuk meningkatkan derajat kemanusiaan dan di sisi lain berpotensi memerosotkan derajat kemanusiaan” (hlm. xxxvii). Kesadaran inilah yang menjadi fondasi etis bagi seluruh diskusi di dalamnya.

Dalam hal ini, salah satu kontribusi paling signifikan dari buku ini adalah upayanya untuk mendefinisikan ulang otoritas keilmuan. Martin Suryajaya, dalam prolognya, dengan brilian menunjukkan bagaimana era digital menciptakan “ilusi tentang kanonisitas” (hlm. xliv). Apa yang dianggap penting atau ramai dibicarakan oleh seorang kritikus, sering kali hanyalah hasil dari algoritma yang dikendalikan oleh riwayat pencarian dan lingkaran pertemanannya.

Dalam kondisi demikian, dengan memetakan tren riset sastra Indonesia selama sepuluh tahun terakhir menggunakan analisis bigram, Suryajaya membuktikan bahwa sosiologi sastra dan feminisme merupakan “teori sejuta umat” yang mendominasi (hlm. viii). Temuan ini membuka ruang bagi teori-teori lain yang selama ini terpinggirkan untuk mendapatkan tempatnya.

Selain itu, buku ini juga menyoroti peran teknologi dalam demokratisasi berkarya. Bagian tentang sastra indie, misalnya, menunjukkan bagaimana platform digital seperti Wattpad dan media sosial telah membebaskan penulis dari hegemoni penerbit mayor (besar). Namun, demokratisasi ini juga melahirkan tantangan baru terkait kualitas dan pemasaran karya (hlm. 434-454). Fenomena ini membuktikan bahwa teknologi telah menggeser pusat gravitasi dunia sastra dari redaktur dan kurator, kembali ke tangan pembaca sebagai penentu utama.

Yang tak kalah penting adalah bagaimana buku ini merangkul lokalitas. Alih-alih tergerus oleh globalisasi, budaya lokal justru bertransformasi. Ritual Bau Nyale di Lombok (hlm. 589) dan pelatihan tari Gandrung di Banyuwangi dengan metode “nyantrik” (hlm. 485) adalah contoh sempurna dari apa yang disebut sebagai “glokalisasi”—lokalitas yang berkelindan dengan teknologi untuk tetap eksis dan relevan. Seni tradisi tidak lagi hanya menjadi tontonan fisik, tetapi juga menjadi tayangan digital yang mampu menjangkau diaspora di mana pun mereka berada.

Rekomendasi

Setelah mengevaluasi secara keseluruhan, saya tegaskan bahwa buku ini adalah bacaan wajib bagi siapa pun yang peduli pada masa depan budaya di Indonesia. Bagi akademisi dan peneliti, ini merupakan khazanah referensi mutakhir yang kaya akan data dan perspektif interdisipliner. Bagi guru dan pendidik, buku ini menawarkan segudang inspirasi metode pengajaran berbasis teknologi yang tetap berakar pada nilai-nilai karakter dan kearifan lokal.

Dan bagi pegiat literasi, seniman, budayawan, serta masyarakat umum yang resah dengan derasnya arus digital, “Humaniora Digital” adalah oase pemikiran yang akan meyakinkan Anda bahwa di tengah hiruk-pikuk algoritma, suara hati dan cerita-cerita kita akan tetap menjadi kompas utama.

Maka, sejalan pesan penutup para editor, “Mari mengisi ruang yang terbuka tersebut dengan kegiatan dan hal-hal yang berpotensi meningkatkan derajat kemanusiaan serta meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan bersama” (hlm. xxxvii). Bagaimana menurut Anda? {*}

Gresik, 13 April 2026

*) Much. Khoiri (nama pena Dr Drs Much. Koiri, MSi.) adalah dosen Kajian Sastra/Budaya dan Menulis Kreatif di FBS Unesa, anggota Hiski Komisariat Unesa, founder Rumah Virus Literasi, editor, serta penulis 81 buku. Profil lengkap: https://muchkhoiri.com/2021/01/tentang-penulis/

Tags: Humaniora DigitsalKanvas TeknologiMuch. KhoiriWarisan Budaya

Related Posts

Sastra Wayang, Cermin Abadi yang Terus Bergerak

Sastra Wayang, Cermin Abadi yang Terus Bergerak

by Radar Jatim
6 April 2026
0

Oleh Much. Khoiri Judul Buku: Sastra...

Merayakan Se-Abad Pramoedya, Merenungkan Indonesia

Merayakan Se-Abad Pramoedya, Merenungkan Indonesia

by Radar Jatim
27 Maret 2026
0

Oleh Much. Khoiri Judul Buku: 100 Tahun...

Menjelajah Pemikiran A.A. Navis Sang “Pencemooh”

Menjelajah Pemikiran A.A. Navis Sang “Pencemooh”

by Radar Jatim
14 Maret 2026
0

Resensi Buku oleh Much. Khoiri...

Load More
Next Post
Prodi PGSD Umsida Jalin Kolaborasi Strategis dengan INOVASI dan Opdis

Prodi PGSD Umsida Jalin Kolaborasi Strategis dengan INOVASI dan Opdis

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus yang Tak Lagi Dihuni Intelek: Mengapa Dosen Mencari Eksistensi Diri di Luar Kampus?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • Transportasi
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In