SIDOARJO (RadarJatim.id) Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, H.Pratama Yudhiarto,SH mendorong munculnya jurnalis pemuda. Baginya, Pemuda hari ini memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk arah informasi di masa depan.
“Dengan kemampuan menulis dan menyampaikan pesan, pemuda dapat menjadi jembatan antara fakta dan masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk menjaga integritas, menjunjung tinggi etika, serta berani menyampaikan kebenaran. lnformasi yang baik bukan hanya yang menarik, tetapi yang mampu mencerdaskan dan membangun kesadaran public,” ujar H. Pratama Yudhiarto, S.H, Kamis (23/4/2026).
Politisi Partai Gerindra Kabupaten Sidoarjo dari daerah pemilihan Kecamatan Taman dan Kecamatan Sukodono ini menegaskan bahwa jurnalis pemuda memiliki posisi penting dalam membentuk arus informasi di tengah masyarakat. Di era digital, informasi tidak hanya cepat menyebar, tetapi juga rentan disalahgunakan.
“Oleh karena itu, pemuda dituntut hadir sebagai penyampai informasi yang tidak hanya aktif, tetapi juga bertanggung jawab, sehingga mampu mendukung pembangunan daerah melalui informasi yang berkualitas,” tegasnya.

Hal itu disampaikan Mas Tama, panggilan akrab H Pratama Yudhiarto, SH saat menjadi nara sumber dalam kegiatan pelatihan jurnalistik di Aston Batu, Rabu (22/4/2026). Kegiatan yang diikuti dari peserta perwakilan LDII Kecamatan Sukodono dan Kecamatan Taman, termasuk dari PIRA dan Kader Partai Gerindra Sidoarjo.
Para jurnalis pemuda, dikatakan menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dengan pemerintah, sehingga berbagai persoalan publik dapat tersampaikan secara luas dan objektif. Dan bisa menjadi pendorong transparansi public, dimana informasi yang disampaikan membantu masyarakat memahami kebijakan dan mendorong keterbukaan dalam penyelenggaraan pemerintahan
“Di era digital , pemuda berperan menyaring berita hoaks dan disinformasi sebelum tersebar lebih luas di masyarakat. Perkembangan teknologi digital membawa kemudahan dalam menyebarkan informasi, namun juga menghadirkan tantangan besar. Tanpa etika yang kuat, informasi dapat menyesatkan dan merugikan masyarakat,” terangnya.
Oleh karena itu, jurnalis pemuda harus memiliki kesadaran tinggi terhadap tanggung jawab moral dalam setiap informasi yang disampaikan. Saat ini ancaman hoaks dan disinformasi, dimana banyaknya informasi yang tidak terverifikasi menuntut jurnalis pemuda untuk lebih selektif dan tidak mudah percaya.
“Pentingnya verifikasi fakta setiap informasi harus melalui proses cek dan ricek, agar kebenarannya dapat dipastikan sebelum dipublikasikan. Termasuk perlunya menjunjung Kode Etik Jurnalistik. Informasi harus disampaikan secara akurat, berimbang, dan tidak berpihak demi menjaga kepercayaan public,” tambahnya.
Untuk itu, kompetensi dasar yang harus dimiliki jurnalis pemuda. Sebab menjadi jurnalis yang profesional dan dipercaya, pemuda perlu memiliki kemampuan dasar yang kuat. Kompetensi ini tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.
“Penguatan jurnalis pemuda membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD sebagai lembaga legislatif. Peran DPRD sangat penting dalam menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya jurnalis pemuda yang berkualitas dan berintegritas,” pungkasnya. (RJ1)






