SIDOARJO (RadarJatim.id) — Usai mendapatkan apresiasi dari Bupati Sidoarjo diakhir Upacara Peringatan Hardiknas 2026, pada 2 Mei 2026 pagi di Alun-Alun Sidoarjo. SMP Negeri 2 Sukodono, tidak puas begitu saja, namun terus menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan hidup.
Kepala SMP Negeri 2 Sukodono, Mar’atus Solicha, S.Pd M.Pd menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini. Menurutnya, penghargaan ini merupakan buah dari konsistensi seluruh warga sekolah dalam menerapkan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH), yang telah dimulai secara intensif sejak tahun 2023, saat sekolah tersebut meraih predikat Adiwiyata Nasional.
“Setelah sukses meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 10 Desember 2025 lalu, kami terus berusaha untuk membidik prestasi di kancah yang lebih tinggi lagi, yakni Green School ASEAN,” ungkapnya.
Ia terangkan, salah satu syarat utama meraih Adiwiyata Mandiri adalah keberhasilan dalam melakukan pembinaan terhadap sekolah lain. SMP Negeri 2 Sukodono tercatat sukses membina dua sekolah, yaitu SMP Negeri 1 Porong dan MTs Negeri 1 Sidoarjo, hingga keduanya berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Provinsi.
“Alhamdulillah, sekolah yang kami bina sukses menjadi sekolah Adiwiyata tingkat provinsi. Hal ini menjadi salah satu kunci kami melangkah ke tingkat Mandiri,” ucapnya.
Lanjutnya, kini, SMP Negeri 2 Sukodono telah menjadi sekolah rujukan bagi institusi pendidikan lainnya. Baru-baru ini, SMP Negeri 1 Balongbendo juga telah melakukan kunjungan untuk berkolaborasi dan melakukan program studi tiru, guna mempelajari praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan d sekolah kami.
Meski telah meraih penghargaan tertinggi di tingkat nasional, SMP Negeri 2 Sukodono tidak lantas berpuas diri. Sekolah ini tengah mempersiapkan diri untuk penilaian Green School tingkat ASEAN yang rencananya diadakan setiap empat tahun sekali.

Beberapa inovasi unggulan yang tengah dan akan terus dikembangkan meliputi, Optimalisasi Energi Terbarukan. Memaksimalkan penggunaan panel surya sebagai sumber energi listrik di sekolah. Pengolahan hasil kebun sekolah menjadi minuman kesehatan. Juga penyusunan buku antologi yang berisi tulisan mengenai perilaku ramah lingkungan hidup.
“Harapan ke depan, kami tidak ingin larut dalam kebanggaan saja. Kami harus terus memantaskan diri. Kami sedang menunggu juknis dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk melangkah ke Green School ASEAN,” harapnya.
“Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan, keluarga besar SMP Negeri 2 Sukodono optimistis dapat membawa nama harum Sidoarjo dan Indonesia di tingkat Asia Tenggara dalam bidang pendidikan berwawasan lingkungan,” harap Mar’atu Solicha.(mad)







