• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Kamis, 7 Mei 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Literasi

Bedah Buku di FH, IKA Unesa Dorong Guru Jadi Agen Mediasi

by Radar Jatim
7 Mei 2026
in Literasi, Pendidikan
0
Bedah Buku di FH, IKA Unesa Dorong Guru Jadi Agen Mediasi
19
VIEWS

SURABAYA (RadarJatim.id) — Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bekerja sama dengan Fakultas Hukum Unesa menggelar bedah buku Mediasi sebagai Jalan Bijak Melindungi Profesi Guru di Auditorium Fakultas Hukum Unesa, Ketintang, Surabaya, Kamis (7/5/2026).

Bedah buku karya Lukman Sugiharto Wijaya, yang juga Ketua Bidang Advokasi dan Media Pengurus Pusat IKA Unesa itu menghadirkan narasumber akademisi Unesa Mukhlis Al’Anam, SH, MH yang membahas Aspek Hukum dalam Mediasi dan Ketua BNN Kota Surabaya Kombes Pol Heru Prasetyo.

Dalam paparannya, Mukhlis menyampaikan, asal-usul mediasi berawal dari Alternative Dispute Resolution (ADR) yang muncul akibat ketidakpercayaan sistem peradilan di Amerika.

“Mediasi menjadi upaya penyelesaian sengketa melalui mediator,” ujarnya.

Mukhlis lalu membagi mediator menjadi dua tipe, yakni social network mediator yang berarti orang yang sudah dikenal baik menjadi mediator dan alternative mediator, yaitu mediator yang mempunyai pengaruh kuat dalam pengambilan keputusan.

Pada bidang pendidikan, ia mengangkat fenomena Hukuman Disiplin (Corporal Punishment), tentang guru memberikan hukuman kepada siswa. Berdasarkan pengamatannya, terdapat perbedaan pandangan antara negara di Asia dengan di Eropa dan Amerika Serikat mengenai hal ini.

“Di Eropa dan Amerika, Corporal Punishment sudah mulai ditinggalkan, karena dianggap melanggar HAM. Sedangkan di negara-negara Asia masih menjadi pro dan kontra (diperdebatkan),” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Surabaya, Kombes Pol. Heru Prasetyo menggarisbawahi konsen pemerintahan Prabowo – Gibran dalam pemberantasan narkoba. Hal itu, sebagaimana tertuang pada poin 7 Astacita, yakni memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba. Ia juga menegaskan peran guru terhadap upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN).

Menurutnya, guru menjadi garda depan untuk ikut membantu sosialiasi dalam mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Secara tidak langsung mengajak guru sebagai bagian dari masyarakat untuk turut mengatasi permasalahan narkoba di Indonesia,” ucapnya.

Ketua Umum IKA Unesa, Bambang D.H., sangat mengapresiasi pelaksanaan acara ini. Menurutnya, banyak manfaat akademik yang dapat digali melalui seminar, diskusi, hingga workshop.

“Menjadi mediator tidaklah mudah, biarlah nanti Fakultas Hukum Unesa merintis lahirnya mediator-mediator di berbagai bidang,” katanya berharap.

Selain itu, Bambang menyinggung tempat rehabilitasi narkoba di Surabaya yang baik. Ia sudah berjuang lama agar Jawa Timur punya tempat rehab yang bagus seperti rehabilitasi narkoba di Lido, Jawa Barat.

“Di Lido itu luas, bagus tempat rehabnya dan saya sebenarnya sudah merintis sejak Pak Sukarwo (mantan gubernur Jawa Timur,” tambahnya.

Dekan FH Unesa, Arinto Nugroho, menambahkan, bedah buku tentang profesi guru ini menarik, karena profesi guru memiliki peran penting dalam peradaban manusia. Ia mengatalan, sebuah peradaban akan dimulai dari pendidik yang memastikan ilmunya tersampaikan kepada terdidik. Namun, dalam menjalani aktivitas sebagai pendidik, guru seringkali dihadapkan berbagai persoalan yang berhubungan dengan beberapa pihak, sehingga penyelesaiannya harus efektif dan efisien.

“Kami sangat menyadari penyelesaian sengketa tidak selalu diselesaikan dengan cara yang bersifat litigasi. Dengan adanya acara ini, harapannya peserta dapat memberi masukan dan input positif yang bermanfaat,” katanya.

Penulis buku Lukman Sugiharto Wijaya mengatakan, buku itu ditulis berawal dari keprihatiannya menyoroti degradasi moral dan perubahan adaptasi psikologi pendidikan dari generasi ke generasi yang membuat guru rentan terjerat masalah hukum.

“Saya yang sebagai advokat dan juga mediator non-hakim, terpanggil untuk membuat buku ini. Yang mana karena guru adalah simbol peradaban, kalau gurunya baik saya kira akan banyak contoh-contoh untuk memberikan keilmuan kepada siswanya,” ujarnya

Lukman mengatakan, buku ini disajikan dalam bahasa yang sederhan sehingga dapat dibaca oleh semua kalangan. Selain itu, buku ini memiliki keunikan, karena memiliki step by step yang ia sebut DAMAI (Dengarkan, Analisis, Mediasi, Analisis apa yang bisa disepakati, dan Inisiasi penyelesaian).

“Sebagai penulis, saya berharap buku ini itu bisa membekali para guru, para pendidik, formal maupun non-formal, tidak hanya menjadi mediator profesional, tapi dia bisa menjadi juru damai di komunitasnya, di lingkungan kerjanya, bahkan di keluarganya,” jelasnya. (sha)

Tags: Agen MediasiBedah BukuGuruIKA Unesa

Related Posts

Keluarga Besar SMA Negeri 3 Sidoarjo Merawat Bumi Dengan Menanam Pohon Penghijauan 

Keluarga Besar SMA Negeri 3 Sidoarjo Merawat Bumi Dengan Menanam Pohon Penghijauan 

by Radar Jatim
22 April 2026
0

SIDOARJO (RadarJatim.id) -- Hari Bumi...

Gandeng Kejari, PGRI Gresik Jajaki Perlindungan Hukum bagi Ribuan Guru

Gandeng Kejari, PGRI Gresik Jajaki Perlindungan Hukum bagi Ribuan Guru

by Radar Jatim
13 April 2026
0

GRESIK (RadarJatim.id) -- Persatuan Guru...

Membaca Kritis ‘Seni Rupa Indonesia dalam Titik Simpang’

Membaca Kritis ‘Seni Rupa Indonesia dalam Titik Simpang’

by Radar Jatim
6 April 2026
0

Oleh Arik S. Wartono Buku...

Load More

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus yang Tak Lagi Dihuni Intelek: Mengapa Dosen Mencari Eksistensi Diri di Luar Kampus?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • Transportasi
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In