JOMBANG (RadarJatim.id) – Dr KH M. Afifudin Dimyathi, Lc, MA atau yang akrab disapa Gus Awis, ulama muda asal Jombang resmi meluncurkan kitab Kunūz ar-Raḥmān fī Durūs al-Qur’ān, Minggu (24/5/2026), di Aula Kantor Pusat Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Peluncuran ini menjadi puncak rangkaian “Bulan Kajian Kitab Ulumul Qur’an Nusantara” yang digelar Ma’had Aly Darul Ulum sejak 9, 18, hingga 24 Mei 2026.
Acara tersebut dihadiri tokoh agama dan akademisi, di antaranya KH Dr Nur Salim Asy’ari dari Singosari, Dr H Nasaruddin (Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya), KH Muhammad Khadafi (Pengasuh Ponpes Wahid Hasyim II Bangil Pasuruan), Dr Nasir dari Sidoarjo, serta Dr Yusuf Suharto (Mudir Ma’had Aly Denanyar).
Peluncuran kitab ini juga turut diramaikan oleh para santri dan pegiat studi al-Quran dari berbagai kalangan. Kunūz ar-Raḥmān menawarkan pendekatan tafsir kontekstual yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Latar belakang penulisan kitab ini juga tidak terlepas dari dorongan intelektual yang pernah disampaikan oleh Kiai Zulfa Mustofa. Dalam acara launching Tafsir Hidayatul Quran di UIN Sunan Ampel pada 21 Maret 2024, ia secara terbuka menantang Gus Awis untuk menghadirkan karya tafsir yang lebih menekankan aspek kontekstualisasi ayat-ayat al-Quran. Tantangan tersebut bertujuan agar tafsir mampu menjawab berbagai persoalan aktual yang dihadapi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Gus Awis mengakui, bahwa kritik sekaligus tantangan itu menjadi salah satu pemantik lahirnya Kunūz ar-Raḥmān.
“Tantangan itu justru menjadi pemantik bagi saya untuk menulis karya ini,” ungkapnya.
Gus Awis juga menyebutkan dalam mukadimahnya, bahwa istilah Durūs al-Qur’ān dalam karyanya merujuk pada ringkasan kandungan ayat yang mencakup berbagai dimensi, seperti dalālāt, fawā’id, irsyādāt, isyārāt, mafhumāt, aḥkām, dan maqāṣid.
Menurutnya, tujuh pendekatan tersebut merupakan refleksi dari tradisi penafsiran klasik para mufasir, yang kemudian dikontekstualisasikan untuk menjawab tantangan zaman.
Peluncuran kitab ini tidak hanya menjadi penutup rangkaian kegiatan, tetapi juga menandai hadirnya Kunūz ar-Raḥmān sebagai kontribusi baru dalam khazanah tafsir yang berupaya menjembatani nilai-nilai al-Quran dengan dinamika kehidupan masyarakat masa kini. (rj2)
Kontributor: Nurun Nihayatul Muflikhah




