SIDOARJO (RadarJatim.id) — Nuansa kreativitas dan seni menyelimuti Aula Ki Hajar Dewantara, SMA Negeri 1 Gedangan, pada (26/5/2026) pagi. Seluruh siswa kelas 11 tengah melangsungkan pameran karya seni yang menarik perhatian warga sekolah, dengan mengusung konsep unik bernama ‘Panen Karya’.
Mandala Aji Pratama, salah satu siswa kelas 11-4 sekaligus perwakilan panitia, menjelaskan filosofi di balik tema tersebut. “Konsep kita ini ‘Panen Karya’. Seperti halnya petani atau nelayan yang memanen hasil kerja keras mereka, kami sebagai panitia memilih konsep ini sebagai wadah untuk memanen dan memamerkan karya-karya terbaik dari teman-teman kelas 11,” jelas Mandala.
Terdapat 12 stan dalam pameran ini, di mana setiap stan mewakili satu kelas yang ada di tingkatan kelas 11. Setiap kelas diberikan kebebasan penuh untuk menentukan tema stan, dan menghiasnya sesuai dengan kesepakatan masing-masing kreativitas kelas, sehingga tidak berpatokan pada satu adat atau budaya tertentu saja.
Beragam hasil karya yang dipamerkan merupakan produk dari tugas pembelajaran mata pelajaran Seni Budaya sebelumnya. Jenis karya yang ditampilkan di setiap stan pun sangat bervariasi, antara lain,
Karya Lukisan, mulai dari lukisan di atas kanvas hingga lukisan di atas media kain (seperti taplak meja). Kerajinan Tangan, pajangan dan bentukan dari bahan clay atau tanah liat. “Selain memamerkan karya fisik, area depan aula juga dimeriahkan dengan penampilan bakat siswa, seperti seni tari,” terang Mandala.

Mandala juga menambahkan bahwa persiapan untuk pameran ini tergolong cukup singkat dan mendadak, yaitu sekitar dua minggu. Kendati demikian, seluruh kelas berhasil menyajikan stan yang maksimal. “Untuk pameran kali ini, karya-karya yang dipajang murni hanya untuk dipamerkan sebagai apresiasi seni dan tidak diperjualbelikan kepada pengunjung,” katanya.
Melalui acara ini, pihak panitia berharap kegiatan serupa dapat terselenggara dengan lebih baik lagi ke depannya. “Selain itu, pameran ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi siswa-siswi SMA Negeri 1 Gedangan untuk terus mengembangkan potensi kreatif mereka dan berani menampilkannya kepada khalayak umum,” harap Mandala.
Kreativitas luar biasa ditunjukkan oleh para siswa kelas 11-2, mereka menampilkan karya lukisan unik yang menggunakan media kain sebagai bahan utamanya.
Menurut keterangan dari Dika Enggar, selaku Ketua Kelas 11-2, karya-karya yang dipajang merupakan hasil penugasan yang telah disesuaikan dengan materi pembelajaran dari guru mereka.
“Ini ada lukisan karya kelas kami yang terbuat dari kain. Ini karena sudah disesuaikan tugasnya sama guru materi kami,” ujar Dika saat ditemui di lokasi pameran.
Jika dilihat sekilas, corak yang dituangkan di atas media kain tersebut menyerupai karya batik. Dika menjelaskan bahwa tema yang mereka angkat untuk pameran kali ini adalah fauna figuratif. Yaitu memadukan bentuk visual hewan yang dikombinasikan dengan unsur tanaman atau tumbuhan. “Sehingga menghasilkan perpaduan estetika yang menarik dan menawan,” jelasnya.
“Pameran ini tidak hanya menjadi wadah unjuk bakat bagi para siswa kelas 11-2, tetapi juga membuktikan bahwa tugas sekolah bisa dikemas menjadi sebuah karya seni yang apresiatif dan bernilai estetis tinggi,” pungkasnya.
Sementara itu, siswa Kelas 11-6 menghadirkan pameran di stan ‘Sixverce’ seni Budaya Bali dan Kain Batik Flora Fauna. Dalam pameran ini, mereka menyuguhkan konsep unik bertajuk “Bali’s World” sebagai tema utama stan mereka.

Ketua kelas 11-6, Zikri Hakim, menjelaskan bahwa karya yang dipamerkan merupakan hasil tugas praktik mata pelajaran Seni Budaya. Para siswa ditantang untuk melukis dengan motif flora dan fauna, yang kemudian diwujudkan di atas media kain batik. Proses kreatif ini memakan waktu yang cukup panjang. “Prosesnya dari awal membuat sketsa sampai karya ini jadi (siap dipamerkan) itu memakan waktu sekitar 3 minggu,” ujar Zikri.
Zikri mengungkapkan bahwa timnya sengaja memilih tema Bali agar tampil beda dan menonjol di antara stan pameran lainnya. Konsep ini ditentukan melalui sistem pemungutan suara (voting) demi menampung ide-ide dari seluruh anggota kelas.
Untuk memperkuat atmosfer Bali, stan Sixverce dilengkapi dengan berbagai daya tarik visual, mulai dari pertunjukan dan konsep tari Bali, elemen khas seperti Tari Kecak dan patung/kostum Barong. (mad)







