SIDOARJO (RadarJatim.id) — SMA Negeri 1 Gedangan memfasilitasi puluhan siswa dari berbagai daerah untuk melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi luar negeri. Untuk menempuh peluang studi, teknologi dan berkarier masa depan. Kali ini pihak SMA Negeri 1 Gedangan telah menghadirkan Da Yeh University Taiwan.
Kegiatan yang mengambil tema ‘Goteway to Global Competition’ dihadiri langsung oleh diantaranya Dr. Abdul Teddy, M.Pd selaku Koordinator Da Yeh University yang ada di Indonesia, dan Aqilas Vierdhan, M.BA selaku CEO (Chief Executive Officer) dari Kantor Urusan Internasional Da Yeh University dan Prof. Lin Yung-En- Architecture and interior Design Lecture & CEO Indonesia Recruitment Student Area, pada (2/6/2026) di Gedung Sinema SMA Negeri 1 Gedangan.
Puluhan siswa yang hadir untuk mengikuti sosialisasi program tersebut diantaranya, perwakilan siswa dari SMA Negeri 1 Porong, SMA Negeri 2 Sidoarjo, SMA Negeri Gondang, Malang dan Batu, tuga tuan rumah SMA Negeri 1 Gedangan sendiri.
Kepala SMA Negeri 1 Gedangan Dr. Imam Jawahir, MM memberikan pengarahan, para siswa didorong untuk tidak ragu mengejar pendidikan tinggi hingga ke luar negeri, demi membentuk generasi technokrat dan ahli yang mumpuni.
Dalam penyampaiannya, Imam Jawahir menekankan bahwa kuliah di luar negeri pada era saat ini sudah menjadi hal yang biasa. Namun, jika kesempatan tersebut dijalani dengan sungguh-sungguh dan sempurna, para siswa diyakini akan kembali ke tanah air sebagai sosok ahli dan teknokrat di berbagai bidang keilmuan.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini akan membawa prospek masa depan dan karier bagi adik-adik semuanya. Insya Allah, panjenengan semua ditakdirkan menjadi yang terbaik,” doanya memberikan semangat.
Lebih lanjut, ia berharap para siswa kelak mampu menjadi pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia yang kompeten dan memiliki keahlian (skill) yang kuat. Dampak positif ini diharapkan dapat membawa kemajuan besar bagi bangsa, khususnya bagi masyarakat Indonesia.
Meski keahlian dan pendidikan tinggi menjadi fokus utama, Imam Jawahir juga mengingatkan para siswa untuk tidak melupakan fondasi karakter yang kuat. Adab dan sopan santun harus tetap menjadi prioritas utama yang dijaga dalam kehidupan sehari-hari. “Jangan lupa adab dan sopan santun tetap harus dijaga dan menjadi yang utama, sehingga panjenengan semuanya akan menjadi pribadi-pribadi yang unggul,” pesannya.
Prof. Lin Yung menjelaskan Da-Yeh University menerapkan sistem pendidikan ala Jerman yang membimbing mahasiswa secara bertahap. Para dosen memperlakukan mahasiswa dengan sangat dekat dan penuh kepedulian, layaknya anak sendiri. “Lingkungan yang aman dan ramah. Taiwan adalah negara yang sangat aman, indah, dan ramah terhadap berbagai perbedaan budaya, termasuk sangat ramah bagi komunitas Muslim,” katanya.
Sedangkan Aqilas Vierdhan juga menjelaskan kalau program yang dibawa adalah program unggulan. Oleh karena itu bagi teman-teman yang diterima dan nantinya setelah lulus dari Da Yeh University bisa bekerja di Taiwan dengan persyaratan sesuai dengan pihak industri yang ada di Taiwan.

Kalaupun mereka kembali ke Indonesia itu menjadikan salah satu bibit unggul, atau tehnisi ahli yang datang dari Taiwan, karena Taiwan salah satu negara memiliki CBD (Central Business District) sehingga memiliki teknologi microchip atau chip yang sangat mumpuni.
“Kita berharap teman-teman dari Indonesia bisa mengambil teknologi dari negara maju tersebut, dan nantinya dibawa kembali ke Indonesia, untuk bahan persiapan Indonesia Emas tahun 2045,” harapnya.
“Saya sebagai mahasiswa yang berasal dari Indonesia, diutus oleh pihak Universitas untuk memberikan informasi secara langsung mengenai program-programnya, juga mengenai beasiswanya,” kata Aqilas Vierdhan.
Abdul Teddy menambahkan tehnologi yang ada di Taiwan ini sangat luar biasa, makanya kesempatan ini diberikan kepada seluruh siswa yang berminat kita kirim ke Da Yeh University. “Setelah bisa menguasi tehnologi bisa kembali ke Indonesia,” tambahnya.(mad)







