SUMENEP (Radarjatim.id) – Minat petani di Sumenep, Jawa Timur, untuk menanam tembakau pada musim tanam tahun 2026 ini di prediksi akan meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Data pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, tahun 2025 luas lahan tembakau hanya 14 ribu hektar. Namun pada tahun ini akan meningkat menjadi 18 ribu hektar.
“Kalau dari banyaknya lahan yang sudah di persiapkan oleh petani, tahun ini kami optimis bisa di angka 18 ribu hektar tanam tembakau. Bisa lebih,” ujar Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid.
Meski demikian, Inung mengingatkan petani agar tetap mewaspadai kondisi cuaca yang masih belum sepenuhnya stabil. Sebagian wilayah masih mengalami mendung meski kemarau mulai berlangsung.
“Tentu dalam pertanian, cuaca dan iklim menjadi faktor penting. Saat ini masih ada wilayah yang mendung, sehingga petani harus mempertimbangkan kondisi iklim sebelum menanam,” katanya.
Lebih lanjut, Inung menjelaskan, musim kemarau yang mulai datang diharapkan mampu meningkatkan kualitas tembakau Sumenep yang selama ini dikenal memiliki pasar cukup besar.
“Dengan musim kemarau yang mulai masuk, harapannya kualitas tembakau semakin baik karena potensi dan permintaan pasar terhadap tembakau Sumenep cukup besar,” ungkapnya.
Hasil koordinasi DKPP dengan para penyuluh pertanian menunjukkan sebagian masyarakat telah mulai melakukan penyemaian benih tembakau.
“Kami mendapat laporan dari penyuluh bahwa sudah ada masyarakat yang mulai melakukan penyemaian benih tembakau,” ujarnya.
DKPP berharap musim kemarau tahun ini berlangsung normal sehingga mampu menghasilkan tembakau berkualitas tinggi dengan harga jual yang menguntungkan petani. (FIK)







