TUBAN (RadarJatim.id) – Setelah absen selama lima hingga tujuh tahun dari pentas provinsi, Kabupaten Tuban resmi kembali mengirimkan wakilnya dalam Piala Soeratin U-17 Jawa Timur 2026. Tim BUMI WALI U-17, yang akan mengemban misi tersebut, secara resmi menunjuk Ida Husni Mubarak sebagai manajer tim untuk memastikan kesiapan teknis maupun non-teknis menjelang kompetisi.
Penunjukan Ida diumumkan usai musyawarah antara pengurus, pelatih, dan pemangku kepentingan sepak bola di Tuban. Ketua Harian Tim BUMI WALI U-17, Indra Bagus Burhanudin, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen serius untuk menghidupkan kembali ekosistem sepak bola usia muda di daerah tersebut.
“Kurang lebih lima sampai tujuh tahun terakhir Tuban tidak mengikuti Piala Soeratin U-17. Tahun ini, kami berkomitmen untuk kembali berpartisipasi. Ini bentuk keseriusan kami dalam pembinaan sepak bola usia dini menuju level yang lebih tinggi,” ujar Indra, Senin (8/6/2026).
Mengisi Kekosongan di Peta Sepak Bola Jatim
Jawa Timur dikenal sebagai salah satu kiblat sepak bola nasional dengan tingkat kompetisi yang sangat ketat. Absennya Tuban dalam kurun waktu hampir satu dekade terakhir dinilai sebagai kemunduran bagi perkembangan talenta lokal. Oleh karena itu, kehadiran BUMI WALI U-17 diharapkan dapat menjadi stimulus bagi regenerasi pemain di wilayah tersebut.
Ida Husni Mubarak, yang kini memegang kendali manajerial, menyadari besarnya tanggung jawab ini. Ia akan mengoordinasikan seluruh aspek pendukung tim, mulai dari logistik, administrasi, hingga menjaga komunikasi yang efektif antara pelatih dan pemain.
“Saya mengucapkan terima kasih atas amanah ini. Ini tanggung jawab besar. Kami akan berupaya membangun tim yang solid, disiplin, dan mampu bersaing secara sportif,” kata Ida.
Fokus pada Profesionalisme
Dengan struktur kepengurusan yang kini lengkap, BUMI WALI U-17 mulai mematangkan persiapan. Selain latihan taktis dan fisik, tim juga memberikan perhatian khusus pada aspek nutrisi, pemulihan cedera (recovery), dan manajemen perjalanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi prima para pemain saat menghadapi puluhan klub kuat dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
Bagi Tuban, partisipasi kali ini bukan sekadar ikut serta, melainkan langkah strategis untuk mengembalikan marwah sepak bola daerah. Sinergi antara manajemen, pelatih, dan pemain menjadi kunci utama untuk mencetak prestasi dan membuka jalan bagi talenta muda Tuban menembus level nasional. (PRD)







