SIDOARJO (RadarJatim.id) — Berbagairagam seni tari yang diperankan oleh para siswa dan guru menjadi hiburan tersendiri bagi selurus peserta dan undangan Purnawiyata SD Negeri Dukuh Tengah Sidoarjo pada (13/6/2026) pagi.
Diawali dengan pembuka Tari Remo, Tari Jaripah dilanjut dengan prosesi pelepasan siswa kelas 6 ‘Purnawiyata’ tahun ajaran 2025/2026 oleh Kepala SD Negeri Dukuh Tengah Sidoarjo, Taufan Kusuma Wardani, M.Pd.
Dalam sambutannya, Taufan Kusuma menuturkan sudah 6 tahun anak-anak belajar di Sekolah, kini adalah hari terakhir kalian belajar di sekolah ini, banyak kenangan senang maupun sedih, tapi anak-anak harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
“Oleh karena itu, saya berharap jangan pernah melupakan bapak/ibu guru. Meskipun sdah tidak di sini tapi kalian masih tetap murid kami,” harapnya.
Taufan Kusuma juga menegaskan kepada para wali murid, dalam kenaikan jenjang anak-anak ini apakah panjenengan semua ikut berperan dalam memilih sekolah? “Seharusnya iya, karena masa depan anak-anak juga merupakan tanggung jawab panjenengan,” tegasnya.
“Bapak/ibu harus punya peran dalam menuntun dan membimbing anak-anak. Jangan sampai terjadi filsafah Jawa ‘Kebo Nusu Gudhel’. Apalagi zaman sekarang tidak bisa kita pungkiri anak-anak sepanjang hari bermain HP, apa yang terjadi jika HPnya kita minta? Pasti marah, menggerutu dan bertengkar.
Apa jawaban anak jika diminta bantuan bersih-bersih rumah atau mencuci piring pasti bertengkar terlebih dahulu. Kita semua tidak ingin anak-anak yang seperti itu. “Maka kita harus ambil peran untuk mendidik dan membimbing anak-anak agar menygenerasi penerus bangsa yang tangguh,” pesan Pak Taufan_sapaan akrabnya.
Mengutip Imam Ghozali, penerus bangsa yang tangguh harus memiliki tiga pilar utama yaitu ‘Jismun, qowiyyun, qalbun saliimun, dan naafiun Lil mujtama’i’ yaitu mempunyai fisik yang tangguh….., hati yang baik….., dan sosial yang bermanfaat.
Insyaallah semua itu sudah diajarkan di SDN Dukuh Tengah melalui program pemerintah tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. “Monggo bapak ibu di rumah tinggal mengasah agar tajam dan mempertebal agar tidak luntur,” ungkapnya.
Taufan Kusuma juga mengucapkan terima kasih kepada wali murid yang sudah mempercayakan anak-anaknya untuk bersekolah d SDN Dukuh Tengah.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya serahkan kembali putra/i bapak/ibu wali murid untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kades Dukuh Tengah H. Chusnul Arafik menyarankan warganya untuk menyekolahkan anak-anaknya di SDN Dukuh Tengah, karena terus maju dan berkembang.
Acara juga diisi dengan penampilan Banjari, paduan suara siswa kelas 6, dan tari-tarian dari siswa kelas 3 Tari Nyambi Pletheng, kelas 4 Tari Golek Rajungan, kela 5 Tari Ciblungan dan Suka Pari Suka.(mad)







