SUMENEP (RadarJatim.id) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus memacu transformasi fasilitas dan mutu pelayanan demi mengikis ketergantungan masyarakat Sumenep terhadap layanan medis di luar daerah. Sebagai rumah sakit vertikal di bawah Pemerintah Kabupaten Sumenep, kini mulai fokus mempersiapkan layanan spesialisasi penyakit kritis serta digitalisasi manajemen.
Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati menegaskan, langkah ini merupakan komitmen konkret dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang modern, responsif, dan mengutamakan keselamatan pasien di Sumenep dan Madura.
“Kami terus berupaya mentransformasi layanan kesehatan agar masyarakat Sumenep dan Madura memperoleh pelayanan yang optimal tanpa harus mencari rujukan jauh ke luar pulau,” ujar dr. Erly.
Bersiap Layani Penyakit Prioritas Nasional
Saat ini, RSUDMA Sumenep memprioritaskan pengembangan rumpun layanan unggulan KJSU—yaitu Kanker, Jantung, Stroke, dan Urologi—serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Langkah ini sejalan dengan program strategis nasional untuk memperkuat jejaring rujukan medis di wilayah Indonesia.
Tidak hanya itu, penanganan penyakit infeksi endemis dan kronis seperti Tuberkulosis (TB), HIV, dan Malaria, serta layanan kesehatan mata juga ikut ditingkatkan skalanya.
Untuk menopang target tersebut, rumah sakit tipe B ini akan dipersenjatai dengan infrastruktur diagnostik modern, mulai dari CT Scan, MRI, mamografi, hingga fasilitas catheterization laboratory (cathlab) untuk tindakan intervensi jantung.
Hadirkan Layanan Kesehatan Modern
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa pihaknya terus mengembangkan layanan berbasis teknologi modern untuk memastikan setiap pasien memperoleh pengalaman berobat yang lebih efisien.
Menurut dr. Erliyati, sistem antrean digital berbasis JKN telah memudahkan masyarakat dalam mengatur waktu kunjungan, termasuk melihat kepastian jadwal dokter.
“RSUD berkomitmen melakukan inovasi berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Pelayanan harus semakin cepat, tepat, dan humanis,” ujarnya.
Selain itu, Instalasi Peduli Pelanggan (IPP) kini menjadi pusat layanan aduan yang memastikan setiap keluhan masyarakat ditangani secara terarah. Di sisi lain, Pusat Pantau Rumah Sakit (PUSPA-RS) diperkuat melalui ruang baru berteknologi digital, memungkinkan manajemen memonitor antrean, ketersediaan kamar, hingga laporan pengaduan secara real time.
Pengembangan juga dilakukan pada layanan medis. Rumah sakit telah menambah berbagai layanan spesialistik seperti Poli Nyeri, kemoterapi, dan patologi anatomi. RSUD bahkan menjadi rumah sakit rujukan di Madura yang menerapkan teknologi Radio Frequency Ablation (RFA) untuk menangani tumor tiroid jinak tanpa operasi besar.
Sebagai langkah meningkatkan kenyamanan pasien, RSUD juga menyediakan layanan pendaftaran daring, pembayaran nontunai melalui virtual account, serta program sosial “La Sehat” bagi pasien dari wilayah terpencil atau kepulauan yang membutuhkan dukungan transportasi setelah pengobatan.
“Kami sangat menghargai kepercayaan masyarakat. Apresiasi seperti ini menjadi motivasi besar bagi seluruh tim,” tegas dr. Erli. (FIK)







