SIDOARJO (RadarJatim.id) — Membentuk sekolah unggul tidak lagi cukup mengandalkan kualitas pembelajaran, kepemimpinan kepala sekolah, maupun kelengkapan sarana prasarana. Namun harus melakukan perubahan lingkungan pendidikan yang semakin dinamis, mampu membangun jejaring kemitraan yang luas dengan orang tua, masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pemerintah, maupun mitra internasional.
Melihat hal tersebut membuat Dr. Syaiful Arifin, SS, M.Pd melakukan penelitian, dan berhasil menemukan karya ilmiah berupa ISCE Partnership Management Model (Internal Solidity, Systemic Engagement, Contextual Control, dan Excellence Orientation).
Sebuah model manajemen kemitraan sekolah yang dikonstruksi berdasarkan temuan empiris lapangan untuk membangun keunggulan sekolah melalui pengelolaan kemitraan yang sistematis, kolaboratif, adaptif, dan berbasis nilai-nilai Islam.
Hasilnya Dr. Syaiful Arifin, SS M.Pd menjalani Ujian Promosi Doktor, pada Prodi MPI (Manajemen Pendidikan Islam) yang diselenggarakan pada (29/6/2026) di Gedung Rumah Singgah Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan mempertahankan disertasinya yang berjudul ‘Manajemen Kemitraan Sekolah untuk Mewujudkan Keunggulan Sekolah di SD Muhammadiyah 4 Surabaya (Mudipat)’.
Selain menguatkan manajemen kemitraan sekolah, usai lulus ujian, Dr. Syaiful Arifin mengaku, yang memotivasi dirinya untuk meraih gelar doktor adalah, pertama, karena ingin mendapatkan kemuliaan bagi orang yang berilmu dan beriman. Kedua, ingin memberikan teladan dan inspirasi kepada anak-anak, murid-murid dan guru di sekolah dan pesantren di Sekolah Nurul Fikri (Nufi) juga di Pesantren Darul Fikri (Dafi).
“Dan yang ketiga adalah ingin mengamalkan prinsip never stop learning (jangan pernah berhenti belajar),” ungkap Dr. Syaiful Arifin yang juga sebagai Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ath Thoyyibah Sidoarjo, pada (1/7/2026) siang.
Ia memilih SD Muhammadiyah 4 Surabaya untuk penelitian, karena sekolah tersebut salah satu sekolah dasar Islam unggulan yang dikenal memiliki jejaring kemitraan luas, budaya organisasi yang kuat, serta berbagai prestasi nasional maupun internasional.
“Benar, keberhasilan sekolah tersebut tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran, tetapi juga oleh kemampuan mengelola kemitraan secara profesional, sistematis, dan berkelanjutan,” ungkapnya.(mad)







