SIDOARJO (RadarJatim.id) — SMA Negeri 1 Wonoayu resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk tahun ajaran 2026/2027. Prosesi pembukaan yang berlangsung khidmat dan meriah ini dipimpin langsung oleh perwakilan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur, Riyanto, S.Kom., M.T., yang bertindak sebagai pemimpin upacara, pada (13/7/2026) pagi di lapangan sekolah.
Riyanto selain memberikan arahan tentang perilaku sebagai siswa baru, juga memberikan pesan mendalam Presiden RI. Kelima pesan tersebut diantaranya beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menghormati dan mencintai orang tua dan guru. Belajar dengan baik dan sungguh-sungguh. Rukun dengan teman dan Mencintai tanah air Indonesia.
Setelah memberikan arahan dan sambutan hangat kepada para peserta didik baru, acara dilanjutkan dengan prosesi pengalungan tanda peserta MPLS secara simbolis oleh Riyanto, bersama Kepala SMA Negeri 1 Wonoayu Dr. Ririn Faridah, M.Pd yang juga diikuti secara serentak oleh seluruh siswa baru.
Momen puncak pembukaan MPLS ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua BBPMP Jawa Timur didampingi Kepala SMA Negeri 1 Wonoayu, yang langsung disambut dengan tepuk tangan riuh dan antusiasme sangat meriah dari seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Wonoayu.

Sebagai simbol dimulainya lembaran baru dan harapan yang tinggi bagi para siswa, juga dilanjutkan dengan prosesi pelepasan burung merpati. Pelepasan ini dilakukan bersama-sama oleh Riyanto, S.Kom., M.T., Kepala SMA Negeri 1 Wonoayu, Dr. Ririn Faridah, M.Pd serta jajaran Wakil Kepala Sekolah (Waka).
Suasana haru dan gembira menyelimuti lapangan upacara saat kawanan merpati terbang ke angkasa. Seluruh peserta upacara, mulai dari siswa baru hingga para guru dan staf, spontan memberikan applause (tepuk tangan) yang meriah, menandai dimulainya perjalanan akademik baru di SMA Negeri 1 Wonoayu dengan penuh optimisme.
Ternyata, ada yang unik dan berbeda dalam pelaksanaan MPLS di SMA Negeri 1 Wonoayu tahun ini. Untuk mencairkan suasana dan mempererat kebersamaan, pihak sekolah menerapkan strategi kreatif agar para siswa baru dapat saling mengenal satu sama lain, yakni melalui seni tari.
Tarian yang dibawakan oleh seluruh peserta MPLS ini bernama Tari Aji Cakrawala. Menariknya, tarian kolosal ini digagas langsung oleh guru seni tari di SMA Negeri 1 Wonoayu.

Menurut Kepala SMA Negeri 1 Wonoayu Dr. Ririn Faridah, keunikan tarian ini terletak pada properti yang digunakan. Setiap siswa baru diwajibkan membawa kipas yang telah ditulisi nama mereka masing-masing. Melalui media kipas ini, proses sosialisasi antar siswa menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. “Saat menari bersama, para siswa dapat saling melirik dan membaca nama yang tertera di kipas rekan di sebelah mereka,” terangnya.
“Harapan kami dengan bersosialisasi tarian itu, ada yang bawa kipas satu, yang lainnya melirik, ‘Oh ini namanya Ali, oh ini namanya Ani,’ seperti itu,” harap Dr. Ririn Faridah.(mad)







