SIDOARJO (RadarJatim.id) Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra Ir.H.Bambang Haryo Soekartono,M.I.Pol (BHS) mendukung upaya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono yang menangguhkan sementara atau mensuspensi ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini dinilai sebagai bagian dari evaluasi dan pembenahan agar seluruh SPPG memenuhi standar operasional sebelum kembali melayani masyarakat.
”Saya pikir pembenahan memang perlu. Suspend itu bukan berarti langsung memberhentikan. Mereka sudah terlanjur berinvestasi cukup besar. Jadi mungkin disuspend sementara untuk dilakukan perbaikan, setelah itu bisa bekerja kembali. Yang paling penting adalah penerima manfaatnya tetap mendapatkan pelayanan yang baik,” kata Bambang Haryo Soekartono, Rabu (29/7/2026).
Saat itu, BHS melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (28/7/2026). Dimana SPPG ini melayani 2.890 penerima manfaat, mulai anak TK, SD, SMP, SMA hingga balita dan ibu yang terlayani melalui Posyandu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dikatakan, suspend yang dilakukan Kepala BGN Sudaryono terhadap ratusan SPPG di berbagai daerah, bagian dari evaluasi yang wajar dalam program nasional yang masih terus berkembang. Ia menegaskan, suspend tidak boleh dimaknai sebagai penghentian permanen terhadap operasional SPPG.

Dewan Pakar DPP Partai Geridnra ini menilai Kepala BGN Sudaryono memiliki kapasitas untuk melakukan pembenahan program MBG karena memiliki latar belakang yang sesuai. Ia menilai proses standardisasi yang sedang dilakukan akan memperkuat kualitas layanan SPPG di seluruh Indonesia.
”Pak Sudaryono ini orang yang luar biasa. Beliau ahli di bidang yang berkaitan dengan MBG dan manajemen programnya juga bagus. Yang dilakukan sekarang adalah menyempurnakan apa yang sudah berjalan agar seluruh SPPG memenuhi standar yang sama,” tegasnya.
Sementara itu, Dalam sidak di SPP tersebut, BHS memeriksa secara langsung seluruh tahapan pengolahan makanan hingga meninjau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sistem sanitasi dapur, penyimpanan bahan baku, dan rantai pendingin untuk bahan pangan yang mudah rusak.
Dikatakan, seluruh proses di SPPG Pagerngumbuk telah mengikuti standar keamanan pangan yang ditetapkan BGN. Termasuk menggunakan beras premium yang disimpan di ruang dengan suhu dan tingkat kelembapan yang terkontrol.
Begitu juga dengan makanan seperti daging ayam dan bahan segar lainnya wajib berada di dalam freezer dan tidak boleh berada di luar ruang pendingin terlalu lama sebelum dimasak agar kualitasnya tetap terjaga.
Pihaknya mengapresiasi kualitas bahan baku yang digunakan SPPG tersebut. Selain menggunakan beras premium, air minum yang disajikan merupakan air mineral berkualitas. BHS juga mencicipi langsung menu yang disiapkan dan menilai rasanya enak meski tidak menggunakan penyedap rasa atau monosodium glutamat (MSG).
”Saya tadi merasakan makanannya, ternyata enak sekali. Memang mungkin tidak seperti makanan yang banyak peneydapnya, tetapi justru ini makanan sehat. Tidak ada micin, rasanya tetap enak, seperti makanan rumah sakit yang memang dirancang untuk kesehatan. Ini yang harus dikonsumsi anak-anak sekolah,” terangnya.
Dikatakan, keberadaan Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu mengubah pola konsumsi anak-anak yang selama ini lebih banyak membeli makanan instan menggunakan uang saku mereka. Menurutnya, kebiasaan tersebut berpotensi meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan berbagai penyakit tidak menular sejak usia dini.
”Selama ini uang saku anak-anak banyak dibelikan mi instan dan makanan kurang sehat. Kalau terus seperti itu bisa memicu obesitas, diabetes, dan penyakit lainnya. Dengan adanya MBG melalui SPPG, anak-anak mendapatkan makanan yang lebih sehat, bergizi, dan seimbang,” katanya.
Disiunggung mengenai usulan penambahan cakupan penerima manfaat, BHS menilai layanan yang berjalan saat ini sudah cukup baik. Namun, ia memahami masih banyak daerah yang mengajukan pembentukan SPPG baru. Menurutnya, pemerintah saat ini lebih memprioritaskan penyempurnaan dan standardisasi SPPG yang telah beroperasi sebelum memperluas cakupan program ke wilayah lain. (
Sementara itu, pengelola MBG di Desa Pagerngumbuk Imam Hambali mengatakan terima kasih atas kehadiran Bapak BHS. Kehadiaran tersebut menjadi hal yang menambah motivasi dalam melayani penerima manfaat.
“Alhamdulilalh kehadiran beliau kita semakin yakin dan percaya diri apa yang sudah kita sajikan dan persiapkan dalam membantu program perminmtah terkait MBG ini. Kami menekankan kepada relawan agar melayani (penerima manfaat,Red) seperti keluarga sendiri dan melayani dengan hati,” katanya. (RJ1)






