KEDIRI (RadarJatim.id) — Sejumlah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengeluhkan gangguan kesehatan setelah menyantap makanan yang dibagikan pada Rabu (2/9/2026). Keluhan tersebut muncul di lebih dari tiga lembaga pendidikan yang menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blaru, Kecamatan Badas.
Gejala yang dilaporkan dan diterima radarjatim.id pada Selasa (8/9/2026) cukup beragam, mulai dari mulas, diare hingga muntah. Di salah satu lembaga pendidikan, sekitar lima siswa dilaporkan mengalami keluhan setelah pulang sekolah. Seorang guru juga disebut mengalami gejala serupa. Salah seorang siswa bahkan dilaporkan sempat muntah.
Meski mengalami keluhan, tidak ada penerima manfaat yang dilaporkan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Para siswa juga kembali mengikuti kegiatan belajar pada hari berikutnya.
Ayam Disebut berlendir
Keluhan kesehatan tersebut muncul setelah penerima manfaat menyantap menu MBG yang terdiri atas nasi, ayam bumbu kuning, tongseng, sayuran, tempe, dan melon. Menurut pihak lembaga pendidikan, sejumlah penerima manfaat mengeluhkan kondisi ayam yang disebut berlendir dan memiliki aroma berbeda. Sebagian makanan tidak dihabiskan. Ada pula makanan yang dibawa pulang.
Pihak lembaga menyebut kejadian tersebut merupakan kali pertama mereka menerima laporan keluhan kesehatan selama sekitar delapan bulan mendapatkan program MBG.
Laporan serupa muncul di lembaga pendidikan lain yang juga menerima pasokan dari SPPG Blaru. Di lokasi tersebut, empat orang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan. Seorang anak mengalami muntah berulang, sedangkan tiga orang dewasa mengalami diare.
Keluhan mulai dirasakan pada Rabu malam hingga Kamis. Pihak lembaga juga menerima laporan mengenai ayam yang dibawa pulang. Ayam tersebut disebut memiliki aroma yang cenderung asam dan berlendir.
Namun, belum dapat dipastikan apakah kondisi makanan tersebut berkaitan langsung dengan gangguan kesehatan yang dialami. Pasalnya, sebagian penerima manfaat juga diketahui mengonsumsi makanan lain di luar menu MBG.
Persoalan makanan tidak berhenti pada menu yag terdistribusi pada hari Rabu. Pada Kamis (3/9/2026), penerima manfaat kembali mendapatkan dropping makan bergizi gratis dengan menu ikan lele. Pihak sekolah menyebut terdapat ikan yang ketika dibuka bagian dalamnya masih tampak kemerahan dan diduga belum matang secara sempurna.
Ikan tersebut tidak dikonsumsi. Sebagian makanan bahkan dibawa pulang untuk dimasak kembali. Tidak ada laporan gangguan kesehatan dari menu lele tersebut karena makanan yang dianggap belum matang itu tidak dikonsumsi.
Penyebab belum diketahui
Rangkaian laporan tersebut membuat kualitas makanan MBG di wilayah Blaru menjadi sorotan. Namun, sejauh ini belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan makanan MBG sebagai penyebab gangguan kesehatan.
Sampel makanan telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara makanan yang dibagikan dengan keluhan kesehatan para penerima manfaat. Sebelum hasil pemeriksaan keluar, kejadian tersebut masih berada dalam tahap pendalaman. (rul)








